Fara POV – Saat IniSaat aku membuka mata, kamarku sudah terang benderang. Cahaya matahari tanpa permisi telah masuk melalui jendela yang tirainya memang tak aku tutup sejak semalam, membuat mataku yang bengkak lebih terasa perih. Kulirik jam meja yang ada di sebelah tempat tidur, pukul sepuluh lebih lima belas.Aku menarik kembali selimut, berusaha mengejar kembali kedamaian dengan masuk ke alam mimpi, namun suara itu mengusikku lagi. Tak jauh dari bantalku, ponselku menyala dan bersuara. Biasanya aku membisukannya, entah kenapa semalam tak aku lakukan. Mungkin karena aku terlalu rindu.Berdesir hatiku membaca namanya lagi di layar ponsel. Sayangnya, desiran halus itu kemudian diikuti oleh rasa sakit yang bertubi-tubi hingga mataku basah. Napasku tersengal seakan ada batu besar yang menindih dadaku. Dengan satu sentuhan cepat, kutekan tombol merah untuk mengakhiri penderitaanku, meski sesaat.Mas Pandu, meski namanya sudah menghilang dari layar, namun setelah mataku terbuka, hanya it
Last Updated : 2026-03-22 Read more