"Dipilih untuk apa?" tanya Bimo pura-pura bodoh."Boleh dua," sahut Nyonya Rossa cepat, mengabaikan pertanyaan Bimo, karena ia yakin Bimo paham maksudnya."Nyonya, tapi aku—""Kamu akan diberikan libur selama tiga hari pulang ke desa menemani ibumu berobat. Tapi, tetap harus menerima hadiah dari kami malam ini."Bimo terdiam sejenak, ia menatap satu persatu wanita di depannya.Tapi, bagaimana Bimo bisa memilih kalau tatapan Nyonya Rossa dan Selvi begitu tajam, seolah keduanya siap mengulitinya hidup-hidup."Bagaimana kalau tidak memilih?" tanya Bimo."Berarti pilihanmu semuanya."Mata Bimo melebar."Semuanya? Enam?" Bimo membeo, ia benar-benar terkejut. Tubuhnya tidak akan mampu melayani mereka. Bimo membatin, "Astaga, kenapa menjadi rumit begini?""Iya. Kamu diminta pilih dua, tapi kamu menolak. Artinya, pilihan kamu adalah kita semua. Sebab, disini tidak ada kata penolakan," jawab Nyonya Rossa.Nyonya Rossa yang menjadi ketua perkumpulan itu, memutuskan apa saja dan yang lain akan
Zuletzt aktualisiert : 2026-04-24 Mehr lesen