Bimo ragu untuk masuk melihat penampilan Naya. "Kenapa, Bim? Masuk aja," ujar Naya dari dalam. "Katanya ada yang mau kamu katakan, katakan saja dari sini. Aku nggak usah masuk, takut dilihat orang, nggak enak," jawab Bimo sambil menunduk. Selama ini Bimo begitu menjaga Naya. Beberapa kali Naya mengujinya, Bimo selalu bisa menolak. Ia selalu berprinsip tidak akan merusak Naya karena ia mencintainya, tapi siapa sangka malah ia dikhianati. "Nggak enak bicara jauh-jauhan, Bim." "Tapi—" "Oh, ini..." potong Naya cepat sambil menatap pakaiannya. "Aku sudah beberapa hari ini menjaga ayah di rumah sakit, sehingga pakaianku kotor semua. Hanya tinggal ini yang tersisa. Maaf ya, Bim, kalau kurang sopan," sambungnya. "Iya, nggak apa-apa. Aku nggak lihat kok. Jadi kamu mau bilang apa?" tanya Bimo. "Bim, aku nggak bisa bicara jauh begini, aku gak mungkin keluar dengan pakaian ini. Apa kamu sebegitu bencinya dengan aku sehingga kamu nggak mau masuk lagi?" "Emang nggak apa-apa?" tanya Bimo po
Zuletzt aktualisiert : 2026-04-26 Mehr lesen