Sinta melipat tangan di dada melihat Rafka, Tobi, Reno, dan Bayu tiba-tiba ikut bergabung duduk dengannya dan Jennifer. Belum lagi hawa yang mereka semua keluarkan benar-benar membuatnya risih. Dari Rafka yang terdiam dengan tatapan tajam ke arah Leonis, Reno yang terlihat sedang memandang Jennifer lekat, hingga dua pemuda gesrek, Tobi dan Bayu, yang sibuk makan dan berceloteh tidak jelas hingga membuat telinganya sakit mendadak. "Ck, kalian kenapa sih duduk di sini?" sewot Sinta tidak suka. "Kenapa sih? Kamu marah-marah terus setiap dekat kami. Perasaan kami juga nggak pernah malakin kamu," cetus Bayu ikut sensi. "Suka-suka aku, dong! Ini mulut aku. Kalau nggak suka, pergi saja sana." "Hm, suka-suka kamu sih, tapi kasihan nih teman aku," ucap Bayu sambil melirik Tobi. Sinta mengernyit heran. "Dih, apa hubungannya sama si toge?" Ia memang terkadang sering keceplosan memanggil Tobi sebagai Toge karena namanya lebih mudah di pelesetkan, dan menurutnya Tobi cocok saja memiliki pan
Read More