Share

Bab 100

Author: Zeya
last update publish date: 2026-08-30 14:03:54

Rafka bukan tidak bisa mempercayai Jennifer. Namun, melihat semua ini dan sikap gadis itu sebelumnya bukan hal mustahil jika Jennifer bisa melakukan semua itu kepada Anna. Terlebih hubungan kedua gadis itu sangat buruk.

Jennifer sudah membantah dua kali bahwa bukan dirinya yang melakukan semua itu. Namun, Rafka, orang yang selalu mengatakan mencintai dirinya, terlihat jelas tidak mempercayainya.

Jennifer tertawa hambar dalam hati, lalu ia menoleh ke arah Samuel yang diam di tempat. Ekspresi w
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 101

    "Kalian berdua apa-apaan, bangsat!" Bayu berteriak kesal kepada Tobi dan Reno yang duduk di depannya dalam keadaan berantakan dan babak belur. "Tanya tuh si batu ngapain tiba-tiba nyerang aku! Jelas-jelas aku nggak bikin masalah sama dia," ujar Tobi sembari mengompres wajahnya menggunakan es batu. Tatapan Bayu mengarah kepada Reno yang terdiam dengan raut wajah datar. "Sumpah, Reno. Kamu kenapa sih? Jelasin sama kita kenapa kamu tiba-tiba mukul Tobi, hah?" Tidak ada jawaban dari Reno. "Reno," desak Bayu ketika melihat Reno hanya terdiam tanpa berniat menjelaskan kejadian tadi. "Ck, dulu kamu memang pendiam, tapi kenapa sekarang kamu malah makin mirip patung berjalan sih?" keluh Bayu. "Aku nggak suka sama apa yang kamu omongin tadi ke Jennifer," ucap Reno. Suaranya entah kenapa terdengar dingin, tidak seperti biasanya. Tobi langsung menoleh. "Apa yang salah? Dia memang sudah keterlaluan. Kamu lihat sendiri, kan, perbuatan dia sama Anna." Rahang Reno mengeras. "Bukan dia yang

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 100

    Rafka bukan tidak bisa mempercayai Jennifer. Namun, melihat semua ini dan sikap gadis itu sebelumnya bukan hal mustahil jika Jennifer bisa melakukan semua itu kepada Anna. Terlebih hubungan kedua gadis itu sangat buruk. Jennifer sudah membantah dua kali bahwa bukan dirinya yang melakukan semua itu. Namun, Rafka, orang yang selalu mengatakan mencintai dirinya, terlihat jelas tidak mempercayainya. Jennifer tertawa hambar dalam hati, lalu ia menoleh ke arah Samuel yang diam di tempat. Ekspresi wajah pemuda itu tak berbeda jauh dengan Rafka, menyadari hal itu Jennifer hanya bisa tersenyum masam.'Bahkan tunanganku sendiri juga nggak percaya sama aku.' Batinnya miris. Ia tidak membutuhkan perlindungan dan cinta dari orang yang tidak mempercayainya, dan Samuel sepertinya akan menjadi orang kedua yang bernasib seperti Rafka. Jennifer membuang muka untuk menyingkirkan tangan Rafka dari bahunya. Ekspresinya masih terlihat datar. Meskipun dirinya saat ini menjadi sasaran cemoohan teman-tema

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 99

    Kenapa orang-orang itu sangat menyedihkan? Mereka rela melakukan berbagai macam cara, bahkan sampai mempertaruhkan nyawanya sendiri hanya untuk hal-hal yang pada akhirnya merugikan diri sendiri. Mereka tidak pernah tahu seberapa berharga sebuah kehidupan yang saat ini sedang mereka perjuangkan. Harta, cinta, dan perhatian tidak ada gunanya lagi jika kehidupan sudah berakhir. Melihat Anna yang rela mempertaruhkan dirinya sendiri hanya untuk membuat Jennifer dibenci oleh semua orang benar-benar sangat miris. Bukan miris untuknya, melainkan miris dengan jalan yang dipilih gadis itu. Gadis itu pasti berpikir dibenci oleh semua orang akan membuat Jennifer hancur? Sayangnya tidak. Dirinya bukan lagi Jennifer yang dulu. Jika sekarang ia dibenci, itu terserah mereka karena tidak akan ada untungnya juga bagi kehidupannya. Sejak awal, tokoh Jennifer sudah dibenci. Selain Sinta, tidak ada yang benar-benar menemaninya. Jika kali ini ia kembali dibenci atau mungkin akan benar-benar sendiria

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 98

    Acara tadi malam cukup memuaskan bagi Jennifer. Melihat Ratih, Mikail, dan juga Anna dalam keadaan tidak berdaya seperti semalam adalah kepuasan tersendiri baginya. Ia tidak peduli jika orang-orang menganggap dirinya jahat, karena dirinya adalah karakter antagonis yang berperan membuat sang tokoh utama kesulitan. Apa salahnya menunjukan sifat yang tegas? lagi pula, mereka adalah orang-orang yang tidak akan menurut meski dirinya bersikap baik jadi percuma jika ia hanya diam dan menerima tindakan ketiga orang tersebut. Sikap dan sifat ketiga orang itu sudah membuat Jennifer tidak bisa lagi mentoleransinya sebagai pembaca. Dulu, saat membaca novel itu, ia memang membenci tingkah Jennifer Angelina yang terbilang memalukan dan menyebalkan. Namun, setelah ia merasakan sendiri peran tersebut, ternyata ada alasan khusus mengapa Jennifer berubah menjadi tukang bully. "Kakak sudah puas sekarang?" Jennifer yang sedang menaiki anak tangga menuju kelasnya seketika terkejut dengan kemunculan

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 97

    Mikail menggeram marah, sorot matanya menyimpan kebencian yang begitu besar pada putri sulungnya itu."Jaga ucapanmu, Jennifer! pantas kamu bicara seperti itu pada ayahmu sendiri, ha?!" bentak Mikail."Pantas saja, karena aku bicara dengan fakta. Kalo Papi merasa terganggu berarti itu nyata." Jennifer mengambil kue red velvet yang ada di depannya. Ekor matanya melirik ke arah Ratih dan Anna yang masih menangis. Jennifer menggelengkan kepalanya pelan. Apakah mereka tidak lelah selalu menangis di setiap situasi? Ia yang melihat saja sudah lelah sendiri. 'Kalau aku seperti mereka, mungkin stok air mata aku untuk sepuluh tahun ke depan sudah kering,' batinnya sambil terkekeh geli. Jacob berdiri dari posisi duduknya. Ia sama sekali tidak menengahi perdebatan antara Mikail dan Jennifer, pria itu memasang ekspresi datar tanpa adanya rasa bersalah sedikit pun kepada Ratih, Anna, bahkan putranya sendiri, Mikail. "Pembicaraan kita selesai sampai di sini." Ia berniat pergi, tetapi urung

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 96

    Mikail mengepalkan kedua tangannya lalu berkata, "Ratih punya alasan sendiri kenapa dia ninggalin aku dulu, Yah! Aku sudah menjelaskannya berkali-kali." "Mas, sabar." Ratih memegang tangan Mikail dengan lembut, mencoba menenangkannya. "Jangan marah-marah sama Ayah." "Kamu nggak mengerti, Ayah sudah termakan hasutan Jennifer yang membencimu." Jacob mendengus jengkel. "Jangan salahkan Jennifer dalam pembicaraan ini. Justru kamu yang perlu di salahkan, Mikail." "Ayah selalu saja membela anak itu, padahal Ratih sudah berbaik hati merawatnya." "Itu pemikiranmu sendiri, dan Ayah sama sekali nggak peduli dengan alasan Ratih meninggalkanmu. Apa pun alasan di baliknya, dia tetaplah wanita perebut laki orang dan kamu pria paling brengsek yang sialnya menjadi anakku!" Di bawah meja restoran, tanpa ada yang melihat, kedua tangan Ratih sudah mengepal erat hingga buku-bukunya memutih. Matanya memang berkaca-kaca dan terlihat sendu, tetapi tidak dengan hatinya yang panas mendengar se

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 6

    Segerombolan siswa laki-laki masuk ke dalam kelas dan di antara mereka ada satu orang yang cukup menonjol. Jennifer tersenyum tipis, aura pemeran utama memang tidak bisa berbohong meski dia belum melihatnya secara langsung sebelumnya.Rafka berjalan paling depan, wajahnya datar tanpa ekspresi, terk

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 7

    "Jenni," Sinta tak bisa menutupi raut terkejutnya.Di antara banyak hal yang Sinta inginkan, salah satunya adalah ingin mendengar kalimat seperti ini dari sahabatnya. Dia tahu betapa Jennifer sangat mencintai Rafka selama ini, sangat sulit membuat Jennifer berhenti dan menyadari bahwa Rafka tidak a

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 2

    Celia memaksakan matanya yang terasa berat untuk terbuka. Perlahan dia mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang mulai masuk di sela-sela matanya. Setelah pandangannya sedikit jernih, Celia malah merasakan sakit menyerang kepalanya, pusing seperti ditusuk ribuan jarum di dalam kepala

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 1

    "Celia!" Teriak seorang gadis di koridor sekolah menengah atas. Gadis berambut sepinggang itu menepuk pundak sahabatnya begitu tiba di dekat gadis bernama Celia tersebut. "Kemana aja sih? Aku cari dari tadi malah ketemu di sini." "Toilet, emang ada apa?" Celia merangkul bahu Siska, sahabatnya. "

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status