Tak terduga, Nikolai langsung membanting menutup laptopnya hingga menimbulkan suara benturan yang keras. Ia bangkit dari kursi, lalu memutar tubuhku dengan sentakan kuat agar menghadap sepenuhnya pada dirinya."Kau... mulai bersikap sangat nakal, ya, Eli?" ucapnya dengan suara serak, sembari satu tangannya bergerak cepat mengangkat sebelah pahaku yang mulus hingga bertumpu di sisi pinggulnya yang kokoh.Wajahnya merapat menuntut, hingga hembusan napasnya yang hangat dan beraroma maskulin meniup permukaan kulit wajahku. "Katakan padaku, apa yang sebenarnya membuatmu bersikap se-agresif ini pagi-pagi, hm?"Deg! Jantungku mencelos seketika. Namun, aku tetap memaksakan seulas senyum lebar di bibir, berharap penyamaranku cukup rapat dan ia tidak menyadari niat terselubungku.Jemari lentikku bergerak lambat, bermain liar di sepanjang garis rahangnya yang tegas dan berbulu tipis. "Aku... aku hanya merindukan sentuhanmu semalam, Nikol."Alih
Last Updated : 2026-05-21 Read more