Tubuhku spontan terdorong mundur, napasku kian sesak. Levin menoleh sedikit ke arahku dengan wajah memucat karena panik yang luar biasa. "Nona... saat aku mulai menembak nanti, kau harus lari sejauh mungkin! Jangan menoleh ke belakang!"Tidak. Jika aku lari, mereka akan mencabik-cabik Levin tanpa ampun.Tepat saat jari Levin akan menarik pelatuk, secara spontan aku menurunkan tangannya. "Hentikan, Levin. Jangan lakukan itu," ucapku dengan suara gemetar namun penuh penekanan.Levin tertegun, menatapku dengan tatapan tak percaya sekaligus cemas."Aku akan ikut dengan mereka," ucapku dengan nada setenang mungkin, meski di dalam, jantungku sedang bergemuruh hebat seperti ombak yang menghantam karang."Nona... Bos pasti akan—""Dia akan tahu," potongku, berusaha meyakinkannya melalui tatapan mata. "Sampaikan saja padanya bahwa aku yang memaksa ikut. Ini pilihanku."Aku menatap Levin sekali lagi sebelum akhirnya melangkah
Last Updated : 2026-05-14 Read more