Kalimat jujur itu Adrian lontarkan tanpa ragu, lalu ia menoleh pada Nikolai, menatap sang mantan agen penyamar itu dengan tatapan jantan yang setara. "Tapi aku ikhlas dia menikah denganmu. Aku sadar, aku tidak memaksakan perasaan orang yang sudah tidak mencintaiku."Mendengar untaian kalimat berwibawa dari mulut Adrian, dalam sekejap, gurat wajah Nikolai berubah drastis saat memandang pria di depannya.Ketegangan di rahangnya mengendur, dan sorot matanya yang biasanya penuh amarah serta intimidasi maut perlahan berubah teduh, memberikan rasa hormat yang tulus atas kebesaran hati rivalnya."Maka dari itu, berhentilah bertengkar. Dan jangan biarkan Elianore terluka lagi," lanjut Adrian dengan nada penuh wibawa, menitipkan sebuah pesan mutlak yang tak lagi bisa didebat oleh siapa pun.Nikolai tiba-tiba bergerak maju, mengulurkan tangan kanannya yang kekar untuk mengajak berjabat tangan pada Adrian. "Aku minta maaf," ucapnya tak terduga, meluruhkan eg
Read more