Menunggu penggeledahan di rumah menteri Zhang selesai, balairung agung tak ubahnya kuburan. Semua orang menunggu dalam diam. Tak ada yang berani bicara atau sekedar berbisik. Setelah hampir satu shichen, pengawal istana akhirnya kembali bersama peti-peti berisi perak, emas, juga catatan penyimpanan uang di bank Xuanji."Dengan gaji sebagai menteri pendapatan, bagaimana ceritanya ada uang sebanyak ini di rumahmu?"Kaisar mengambil satu lempeng logam. Setiap perak dan emas yang keluar dari kas negara selalu dikasih stempel khusus untuk membedakan dengan yang lain. "Sebagian besar punya stempel. Masih berani bilang kau tak korupsi?"Sontak menteri Zhang melirik adipati Zhongyang. Perak dan emas itu memang dana bantuan. Mereka sudah sepakat berbagi. Tetapi belum sempat niat ini kesampaian, pangeran Qin yang katanya bakal mati dalam perjalanan, justru pulang dengan selamat. "Ampun, Yang mulia. Hamba cu
더 보기