Sesuai janjinya, malam ini Tang rui menemani Shu Yi berjalan-jalan. Mereka berjalan menyusuri jalanan ibu kota sambil bergandengan tangan. Para pedagang menjajakan jualan di sepanjang jalan. Ada perhiasan, riasan muka, makanan, bahkan manisan buah sanca (tanghulu). Layaknya anak kecil, Shu Yi berlari dan membeli dua, untuknya dan Tang Rui.“Wangye, harus makan manis di perayaan semacam ini biar hidup kita selamanya indah.”Tang Rui memberi tatapan skeptis. “Memangnya ada hal semacam itu?”“Ada atau tidak, kenapa tidak dicoba saja? Cuma makan tanghulu, apa susahnya?’Agar nasihat istrinya tidak semakin panjang, Tang Rui mencoba segigit. Rasanya tidak buruk. Masih sama seperti yang diingatnya waktu kecil dulu.Status sebagai pangeran bikin dia tidak leluasa keluar istana. Setiap festival musim gugur, ibunya akan meminta pelayan istana membeli tanghulu dan lampion dari luar istana. Kata beliau citarasanya beda. Ada kehangatan di sa
더 보기