공유

Bagian 53.

작가: Antariksa
last update 게시일: 2026-05-02 14:22:07

Tidak mau suaranya membangunkan Rosa, Agus mengendap-endap mendekati lukisan besar yang menampilkan pemandangan gunung.

Benar, lukisan itu tidak sepenuhnya menempel rapat ke tembok. Ada ganjalan kecil yang membuat posisinya sedikit miring jika dilihat dari sudut tertentu. Insting Agus mengatakan ada sesuatu yang disembunyikan di sana.

"Gusti... moga-moga Nyonya jangan dulu melek. Bisa berabe kalau ketahuan lagi ngoprek ginian," Agus bisik-bisik. Detak jantungnya juga mirip sound horeg sampai
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Gawat, Nyonya Minta Jatah!   Bagian 69

    Karena gengsi setinggi langit, wanita licik itu berbalik badan, berniat melarikan diri dari Rosa yang kini menunjukkan kemenangan.Maya menggumam, “Sialan cucunguk ini, belagu banget dia sekarang. Engga sudi aku minta maaf!”Tapi sebelum dia berhasil kabur, Agus bergerak secepat kilat. Tangan kekarnya mencengkeram pergelangan tangan Maya."Mau ke mana, Bu? Main kabur aja setelah bikin gaduh.""Apaan sih, Gus! Jangan pegang-pegang, ih! Sana!" usir Maya, tapi suaraya tidak meninggi, dia sudah malu tidak mau tambah malu lagi. "Biar Ibu hidup tenang, lebih baik minta maaf lah sama kami sekarang," tekan Agus lagi.  "Apa?! Edyan kamu! Heh, aku bisa aduin kamu ke suamiku! Tahu kan antek-antek si Bambang banyak?" tantang Maya.Bukannya takut, Agus malah tersenyum lebar penuh kemenangan, membuat Maya semakin merinding ngeri.Agus menarik tubuh Maya hingga wanita itu nyaris kehilangan keseimbangan, lalu membis

  • Gawat, Nyonya Minta Jatah!   Bagian 68

    Mendengar ucapan Maya yang merendahkan kekasih gelapnya, darah Rosa mendidih. Meski lemas, dia masih memilikiki tenaga, dan langsung saja mengayunkan tangannya ke pipi Maya. Namun tamparan itu meleset dan kurang keras.Maya semakin terbahak-bahak, sudah merasa menang mutlak."Aduh, Rosa... masih saja sok kuat dalam kondisi payah begitu. Mending kamu fokus deh sama anakmu itu. Kasihan dong, nanti dia lahir dalam keadaan miskin karena hartamu habis digerogoti maling," ejek Maya yang melirik sinis ke arah perut Rosa.Maya kemudian menoleh angkuh ke arah polisi. "Ayo Pak, bawa dia sekarang! Bisa-bisa semua mobil orang di kota ini dia jual kalau dibiarkan berkeliaran!"Orang-orang mulai berbisik-bisik, Agus tetap sama sekali tidak menunjukkan raut wajah panik. Dia lebih iba melihat keadaan Nyonya montoknya yang ditekan ular berbisa."Sudah, Nyah. Jangan buang tenaga buat meladeni orang yang lagi akal-akalan begini," ucap Agus, tetap

  • Gawat, Nyonya Minta Jatah!   Bagian 67

    “Aku enggak butuh kejutan dari kamu, May. Ayo, Gus,” ajak Rosa, dan tangannya semakin erat memegang lengan kekar pemuda itu.Maya menyunggingkan senyum sinis yang terlihat begitu beracun saat matanya menangkap tangan Rosa yang malah melingkar erat di lengan berotot Agus.“Eh main pergi aja. Kamu enggak tanya aku datang ke sini sama siapa?” Suara Maya ini terdengar provokatif sekali.“Sudah kelihatan, enggak penting juga tanya kayak begituan!” sembur Rosa, kembali menggeret lengan Agus.Ternyata wanita sosialita itu tidak sendirian menghabiskan waktu berjalan-jalan di dalam mal, dua petugas polisi berpakaian seragam dinas berdiri tegak mengawal tepat di belakang sahabat Rosa tersebut, membuat suasana yang tadi hangat mendadak mencekam. Termasuk pengunjung mall lainnya menatap ke mereka."Hah! Ternyata bener kan dugaanku. Kamu itu, Rosa, malah enak-enakan sama si Agus di sini... sementara si Hendro tergeletak enggak berdaya. Kasih

  • Gawat, Nyonya Minta Jatah!   Bagian 66.

    Dua hari berlalu.Siang itu Agus menemani Rosa mengunjungi pusat perbelanjaan terbesar dan paling mewah di kota. Mereka melangkah beriringan dengan pakaian berwarna sama, Rosa mengenakan terusan hamil biru muda ketat, menonjolkan payudara yang semakin berisi dan mengembang. Sedang Agus memakai kemeja berkerah yang sesak membungkus otot dada dan lengan kokohnya.Penampilan mereka lebih mirip pasangan jetset daripada hubungan pelayan dan majikan."Nyah, sebenarnya mau beli apa sih? Ini sudah lewat toko tas branded langganan Nyonya," tanya Agus, melirik butik mewah yang biasanya jadi tempat Rosa menghamburkan uang."Siapa bilang mau beli tas? Bosen, sudah kebanyakan di lemari," sahut Rosa. Jemari halusnya merayap ke lengan Agus, mencengkeram otot bisep pemuda itu."Terus apa Nyah? Sampai tangan saya digeret gini, jangan-jangan Nyonya ngidam makanan aneh." Agus mulai gerah ditarik-tarik di tengah keramaian mal."Bukan, Gus! Ini lebih penting. Kamu harus belajar, biar nggak udik-udik amat

  • Gawat, Nyonya Minta Jatah!   Bagian 65.

    Setelah seharian kemarin angon Nyonya Rosa yang mood-nya naik turun, kadang melow, kadang galak, bahkan kadang ketawa sendiri, membuat Agus ngeri-ngeri sedap kalau salah langkah sampai dia kelelahan.Siang ini, setelah bantu Inem masak dan memastikan Nyonya minum vitamin, Agus izin keluar rumah gedong tersebut. Berbekal kemeja flanel dan jeans-nya yang masih lumayan bagus, dia membawa mobil sedan Nyonya, berniat mengganti oli ke bengkel langganan. Tapi, akibat pembetulan jalan terjadi kemacetan parah, Agus mulai kehilangan kesabaran di balik kemudi."Gusti... ini klakson bersahutan terus kayak lagi konser, mana itu motor senggol-senggolan sampai adu urat leher di pinggir jalan," gerutu Agus sambil memukul setir pelan.Daripada kepalanya semakin pusing dan emosi jiwa, Agus memilih untuk ngopi dulu. Membelokkan sedan mewah ke mall di depannya.Setelah memarkirkan mobil di basement, Agus cepat-cepat masuk untuk ngadem di bawah AC mall yang sejuk. Begitu melangkah di lobi, Agus sengaja

  • Gawat, Nyonya Minta Jatah!   Bagian 64.

    Agus tersenyum tipis memandang penderitaan majikannya yang tak berdaya di atas ranjang. Melihat Tuan Hendro yang hanya bisa melotot itu, dia mendekat dan berbisik tepat di telinga si majikan besar."Tuan, lagi sakit begini masih saja benci sama saya. Mending Tuan doa yang banyak, biar cepet sembuh."Hendro menggeram lagi dengan suara tak jelas.Kini pemuda kampung itu secara resmi memegang kendali penuh atas operasional harian keluarga tersebut.Agus bukan lagi sekadar pesuruh yang sekadar menghadapi preman penagih utang, tapi penguasa baru di rumah gedong sang majikan. Dia memegang kunci-kunci penting, mengatur keluar masuknya uang dapur, bahkan berkuasa atas Nyonya rumah.Perubahan nasib layaknya dongeng ini dinikmati Agus dengan segala kekuasaan barunya. Melangkah ke ruang tengah dengan dada membusung, dia duduk di kursi dan mengupas buah untuk Rosa.Agus terus menatap Rosa, ke arah bokong sintal dan padat yang tertutup gaun di atas paha, sangat menggoda. Pemuda itu menikmati kemul

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status