"Kamu yakin itu dia? Mungkin hanya perasaanmu saja karena kamu merasa bersalah?" tanyaku ragu."Aku yakin itu dia, Zara. Sepertinya kita harus menghentikan dulu pertemuan kita untuk sementara waktu. Sampai suasana mereda," ucap Hafiz berat.Mataku berkaca-kaca. "Tidak, Hafiz! Aku tidak bisa sendirian di kota ini! Aku ke Mumbai hanya untukmu. Kalau kamu tidak datang, aku harus bagaimana?"Hafiz memegang kedua bahuku, menatapku dalam. "Ini buat keamanan kita, Zara. Kalau dia sampai punya bukti foto atau melabrak ke sini, reputasi keluargaku hancur, dan aku bisa kehilangan segalanya. Kalau sudah mereda, kita akan ketemu lagi. Oke?"Hafiz mengecup bibirku yang lembut, sebuah ciuman yang awalnya hanya untuk menenangkan, namun segera berubah menjadi api yang sulit dipadamkan. Aku hanya bisa mengangguk pasrah dalam dekapan Hafiz."Setelah kamu makan, aku harus segera kembali ke kantor lagi," bisik Hafiz di telingaku.Aku menatap Hafiz d
最終更新日 : 2026-05-09 続きを読む