"Tekan monitornya! Kecepatannya melebihi batas toleransi otak!" Mayor Sarah berteriak sembari mencengkeram besi sandaran tandu. Suaranya nyaris tenggelam oleh deru baling-baling helikopter yang membelah kegelapan langit malam."Tanda-tanda vitalnya tidak stabil, Mayor! Gelombang otaknya ... ini tidak masuk akal, seolah dia sedang bermimpi buruk sambil terjaga!" Dokter militer di samping Kania sibuk dengan tabung oksigen dan berbagai suntikan penenang yang tampaknya tidak memberikan efek sama sekali."Rivan ... kenapa pintu itu dikunci?" Kania meracau, kelopak matanya bergetar hebat. Keringat dingin mengalir dari pelipisnya, bercampur dengan noda darah kering yang masih tersisa dari pembedahan darurat di lengannya tadi. "Panas ... Rivan, panas!""Kania, dengar aku! Kamu sudah aman sekarang!" Sarah mendekatkan wajahnya, mencoba memfokuskan pandangan wanita itu. "Panti itu sudah tidak ada. Kamu bukan berada di sana!""Dulu namaku Luna, kan?" Kania me
Last Updated : 2026-04-19 Read more