Radit memejamkan mata rapat-rapat. Jauh di lubuk hatinya, ada rahasia yang terkunci rapat yang tidak mungkin ia bagi dengan Amara. Kenyataan bahwa Aluna dan Bara sudah menikah pun, hal itu masih saja menghidupkan ambisi gila ibunya, tetapi juga menyentil ego dan sudut terjauh di hati Radit yang selama ini ia tekan habis-habisan. Namun, melihat kondisi Amara yang malang dengan pipi lebam akibat ulah ibunya sendiri, Radit memaksakan nuraninya untuk kembali berpijak pada realita.Ia melangkah mendekat, lalu berlutut di hadapan Amara. Kedua tangannya meraih jemari sang istri yang terasa dingin dan gemetar, menggenggamnya dengan erat."Dengarkan aku, Mar," ucap Radit dengan nada suara yang sengaja diperlembut, mencoba mengusir keraguan yang membayangi pernikahan mereka. "Jangan biarkan ucapan Mama merusak pikiranmu. Aku memilihmu dan menikahimu, itu berarti kau adalah istriku. Fokus kita sekarang adalah menyelesaikan kekacauan ini, bukan meragukan perasaanku. Aku tidak ingin ancaman Alun
Read more