Keesokan paginya, koridor lantai tertinggi BMA Corp tampak begitu sunyi ketika Yudi melangkah dengan dagu terangkat. Setelan kemejanya rapi, senyum semringah tak lekang dari wajahnya sejak menerima undangan rapat mendadak dari jajaran direksi. Di otaknya, hanya ada satu asumsi, kerja kerasnya di divisi administrasi akhirnya membuahkan hasil. Ia yakin hari ini adalah hari kenaikan jabatannya menjadi asisten pribadi, persis seperti bualan yang sering ia pamerkan. Namun, begitu pintu ruang rapat utama yang megah itu didorong terbuka, senyum Yudi seketika membeku. Atmosfer di dalam ruangan terasa begitu pekat, dingin, dan mencekam. Di ujung meja marmer yang panjang, Bara Mahendra duduk dengan keangkuhannya. Di sisi kirinya, Tama berdiri tegap dengan melipat tangan, sementara di sisi kanan telah duduk kepala divisi HRD dengan wajah tanpa ekspresi. "Selamat pagi, Pak Bara, Pak Tama," sapa Yudi, suaranya mendadak bergetar halus saat melangka
더 보기