Yudi melangkah mendekat dengan napas yang memburu kasar, tatapan matanya kosong laksana orang yang telah kehilangan akal sehat. Di bawah temaramnya langit sore yang kian meredup di area ruko tua itu, ia tidak lagi terlihat seperti pria yang pernah Maya cintai. Pria di hadapannya saat ini adalah seorang kriminal yang terdesak."Yud, tolong jangan begini. Biarkan aku pergi," jerit Maya, suaranya bergetar hebat saat ia mencoba menyalakan kembali mesin motornya dengan tangan yang gemetar.Namun, Yudi bergerak jauh lebih cepat. Dengan satu sentakan kasar, ia merenggut kunci motor Maya dan melemparkannya ke sembarang arah. Belum sempat Maya memproses keterkejutannya, jemari kekar Yudi sudah mencengkeram untaian rambut Maya, menjambaknya hingga kepala gadis itu mendongak paksa."Awh! Sakit, Yud. Lepas!" jerit Maya kesakitan, air matanya spontan luruh menahan perih di kulit kepalanya."Diam kau, sialan!" bentak Yudi, wajahnya hanya berjarak beberapa
اقرأ المزيد