Minggu pagi yang cerah di kediaman Mahendra terasa sangat kontras dengan rahasia yang berkecamuk di dalam dada Vio.Sinar matahari menyelinap masuk melalui jendela besar ruang tengah, menyinari Mama yang sedang asyik menata bunga di vas meja kaca, sementara Papa duduk santai di sofa sembari menyesap kopi hitamnya. Semuanya tampak seperti potret keluarga harmonis yang sempurna, sampai akhirnya Kael turun dari lantai dua.Kael sudah mengenakan pakaian santai, kaos polo rajut berwarna gelap yang melekat pas di tubuh atletisnya. Begitu langkah kakinya sampai di ruang tengah, sepasang mata elang pria itu langsung tertuju pada Vio yang sedang duduk di karpet dekat Mama, pura-pura membantu memotong batang bunga rose.“Pagi, Pa, Ma,” sapa Kael dengan nada suara baritonnya yang tenang dan sangat sopan.“Pagi, Kael. Sini duduk, sarapan dulu,” sahut Mama dengan senyuman hangat. “Gimana tidurmu? Nyenyak? Kemarin malam acaranya sukses besar, Papa kamu senang sekali.”Kael berjalan mendekat, tet
閱讀更多