แชร์

PERNIKAHAN RESMI

ผู้เขียน: suciradewi
last update วันที่เผยแพร่: 2026-04-14 13:10:41

PERNIKAHAN RESMI

Alda sudah diperbolehkan pulang sejak satu minggu lalu. Kini, ia tengah disibukkan dengan persiapan pernikahannya minggu depan. Gaun pengantin yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari begitu menyayat hatinya.

“Kak, gaun pengantinnya cantik sekali. Aku gak sabar melihat kakak mengenakannya. Kakakku pasti akan menjadi pengantin tercantik di dunia,” ujar Rima dengan senyum sumringah.

“Pengantin lumpuh tercantik maksudmu?” ujar Alda tersenyum getir.

Rima tertegun melihat wajah Alda yang murung.

“Kak, maafkan aku. Seandainya, malam itu Rima bisa lebih berani. Kecelakaan itu gak akan terjadi,” Rima tertunduk dengan bulir-bulir bening yang mulai jatuh ke lantai.

Bayangan ketika kecelakaan itu terjadi masih tampak jelas dalam ingatan.

POV. Saat kecelakaan terjadi.

“Kak, aku takut. Ada orang aneh yang tampak mencurigakan. Tolong Rima, Kak,” Rima mengirim pesan dengan tangan gemetar.

Tubuhnya bersembunyi di antara tumpukan barang sebuah gudang tua. Jam tangan menunjukkan waktu jam 8 malam namun suasana kala itu sangat sepi karena hujan sejak pagi.

“Kak Alda, tolong cepat datang,” ucapnya dalam hati.

“Krek,” suara botol kosong yang terinjak semakin membuat Rima ketakutan setengah mati.

Sosok pria dewasa memakai hoodie hitam menatapnya tajam dibawah lampu temaram. Rima berlari sekuat tenaga hingga tidak sadar ponselnya jatuh. Pria misterius tadi mengejar Rima.

“Rima,” panggil seorang pria dengan suara familier yang berdiri di depan Rima.

“Mas Fandi,” Rima segera memeluk pria tadi dengan tangan gemetar.

Pria tadi langsung berbelok ketika melihat keberadaan Fandi.

“Woy, siapa lo!” teriak Fandi.

Fandi ingin mengejar pria tadi namun ia mengurungkan niatnya karena melihat kondisi Rima yang masih ketakutan. Wajah pucat, tangan gemetar, serta tubuhnya tampak lemas.

“Semuanya sudah aman, Rima. Ada aku di sini,” bisik Fandi sambil menepuk lembut punggung Rima.

“Mas tahu dari mana aku di sini?” tanya Rima ketika mereka sudah berada di dalam mobil.

“Kebetulan, aku ada meeting di dekat sini. Aku gak sengaja dengar percakapan kamu dan Alda pagi tadi. Kenapa kamu sendirian di sini sampai selarut ini?” tanya Fandi.

“Kak Alda!” Rima segera mengambil ponselnya untuk menghubungi kakaknya.

“Kenapa, Rima?” tanya Fandi.

“Handphone aku gak ada. Kayaknya jatuh saat aku lari tadi, Mas.”

“Tadi, katamu Kak Alda? Ada apa dengan dia?” tanya Fandi.

“Enggak apa-apa, Mas. Sebaiknya kita kembali ke tempat tadi. Aku mau cari handphoneku. Kak Alda juga pasti sudah sampai. Karena yang memintaku untuk menunggu di sana adalah Kak Alda.”

“Alda? Untuk apa dia menyuruh Rima menunggu di ruko terbengkalai?” gumam Fandi dalam hati.

Fandi memutar balik mobilnya. Di ruko sepi tadi, dia melihat mobil Alda terparkir. Fandi dan Rima turun menghampiri mobil milik Alda namun tak mendapati pemiliknya di sana.

“Kak Alda!” panggil Rima dengan suara sedikit berteriak.

“Alda!” panggil Fandi dengan suara yang cukup keras.

Keduanya khawatir dengan keselamatan Alda. Tiba-tiba, Alda berlari kencang dengan wajah ketakutan dan akhirnya terjatuh menabrak sebuah batu besar. Kakinya terluka parah. Ia tergeletak tak berdaya sambil menggenggam ponsel milik Rima di tangannya. Fandi dan Rima segera membawanya ke rumah sakit.

“Kedua kaki pasien patah, jika dilihat dari hasil rongent. Pasien akan mengalami kelumpuhan sementara karena luka di tulangnya cukup serius,” ujar dokter yang menangani Alda.

Sejak hari itu, Rima menyalahkan dirinya atas musibah yang menimpa sang kakak.

**

“Kak, seandainya saja aku bisa menukar kakiku dengan kakimu pasti akan ku lakukan,” ucap Rima dengan wajah sendu.

Alda tersenyum tipis. “Tapi sayangnya itu semua mustahil. Kira-kira apa yang akan kamu lakukan untuk menebus semua ini?”

“Apapun, Kak. Aku akan lakukan apapun permintaan kakak,” ujar Rima dengan tulus.

“Kamu yakin?” tanya Alda menatap lekat mata adiknya.

Rima mengangguk.

“Aku ingin kamu tinggal bersama aku dan Fandi setelah kami menikah,” pinta Alda.

Rima terdiam sebelum menjawabnya.

“Bagaimana mungkin, aku tinggal di rumah yang sama dengan suamiku dan istri sah ya? Tapi, aku tak mungkin menolak permintaan Kak Alda. Aku tidak bisa menolak permintaan orang yang telah berjasa besar dalam hidupku. Pernikahanku dengan Mas Fandi hanyalah syarat yang harus ku lakukan demi berlangsungnya pernikahan ini. Setelah mereka menikah, aku akan meminta cerai,” gumam Rima dalam hati.

“Iya, Kak. Aku setuju,” jawab Rima.

“Rima, kamu terlalu naif. Ternyata, cara yang selama ini diajarkan almarhumah mama memang ajaib. Aku bisa mengendalikan hidup Rima sepenuhnya tanpa membuatnya terbebani,” gumam Alda dalam hati.

**

Pernikahan Alda dan Fandi digelar secara meriah. Dekorasi mewah, gaun pengantin cantik, juga dihadiri banyak sahabat dan rekan bisnis Fandi. Rima turut bahagia melihat sang kakak menikah. Namun, ada rasa sedih mengingat kenyataan yang ada. Pernikahannya dengan Fandi hanyalah pernikahan rahasia. Pernikahan sementara yang bisa berakhir kapan saja.

“Rima, ayo foto bersama,” ajak Alda antusias.

Rima dan Fandi berdiri setengah duduk untuk menyamakan posisi Alda di kursi roda. Fandi menggenggam erat tangan Rima di belakang Alda seolah ingin menyiratkan bahwa meski ia menikahi Alda tapi hatinya hanya untuk Rima. Alda tersenyum lebar di depan kamera tanpa tahu di belakangnya ada dua tangan yang saling menggenggam atas nama cinta dibalut kebohongan.

“Rima, kamar kamu ada di samping kamar kami, ya. Semua keperluan kamu sudah kami siapkan,” ujar Alda.

“Di samping? Bukankah kamu bilang kamar Rima di seberang kamar kita?” tanya Fandi.

“Ya kenapa, Mas? Aku butuh Rima ada di dekatku. Kamu tahu juga kaki aku masih lumpuh. Oh, aku paham. Kamu pasti malu ya sama Rima?” ujar Alda dengan senyum sumringah.

“M-malu kenapa?” tanya Fandi tergagap.

“Ya, malu kalau Rima dengar aktivitas malam kita,” goda Alda terkekeh sambil bergelayut manja di lengan suaminya.

Wajah Fandi seketika merah begitu pula Rima. Bayangan malam panas keduanya sekilas terputar dalam benak masing-masing.

“Mana mungkin aku bisa membiarkan istri pertamaku tidur di kamar sebelah?” gumam Fandi dalam hati.

Rima mulai tak tahan membayangkan malam panas itu dilakukan suaminya dengan wanita lain meskipun wanita itu adalah kakaknya sendiri.

“Kak, aku ke kamar dulu ya. Kalau butuh sesuatu kakak bisa panggil aku. Permisi,” pamit Rima.

Fandi menatap Rima dengan tatapan sendu. Ia sangat tahu Rima merasa tidak nyaman. Fandi mulai memutar otak bagaimana caranya berlaku adil terhadap Rima dan Alda.

“Maafkan aku, Rima. Aku juga tak ingin pernikahan ini terjadi. Alda telah mengorbankan satu ginjalnya untukku. Hal itu juga yang membuatku tetap menikahinya. Bukan hanya karena kita. Maafkan aku yang terlalu serakah,” gumam Fandi dalam hati.

Di dalam kamarnya, Rima hanya bisa terduduk lemas di balik pintu. Ia merasa telah kehilangan jati dirinya. Pernikahannya dengan Fandi yang semula hanya menjadi syarat kini justru mem bawanya tenggelam bersama harapan semu.

“Mengapa aku harus sedih dan merasa terluka? Bukankah aku yang jahat? Aku menikahi calon suami kakakku. Kak Alda terlalu baik untuk dikhianati.”

Ponsel Rima bergetar tanda pesan masuk. Nama Fandi ada di layar.

“Maafkan aku, sayang. Aku akan usahakan kamu pindah di kamar lain. Bukan di kamar sebelah,” isi pesan Fandi.

“Aku gak apa-apa, Mas. Kamu fokus saja ke Kak Alda,” balas Rima.

Saat makan malam, Alda memberi sebuah kejutan untuk Fandi.

“Bulan madu? Alda, bukannya aku gak mau. Tapi, kondisi kamu masih belum memungkinkan. Apa gak sebaiknya kita tunda untuk sementara waktu?” tanya Fandi.

“Apa masalahnya sayang? Kamu sendiri yang bilang setelah menikah kita langsung bulan madu. Katanya kamu mau punya banyak anak dari aku?” sahut Alda dengan senyum lebar.

Rima seketika tersedak mendengar ucapan Alda. Fandi yang ada di hadapannya segera menyodorkan segelas air putih.

“Kamu gak apa-apa?” tanya Fandi dengan wajah cemas.

Rima mengangguk pelan sambil terbatuk. Alda melihat interasksi keduanya dengan wajah bingung.

“Mas Fandi perhatian banget sama Rima,” gumam Alda dalam hati.

“Maafkan aku, Rima,” gumam Fandi dalam hati.

Alda meletakkan tiga buah tiket pesawat ke atas meja. Besok pagi kita terbang ke Singapore.

“Tiga tiket?” mata Rima seketika membulat. Ia semakin dilema.

“Bagaimana mungkin aku berada di sana? Aku harus menyaksikan suamiku menikmati momen bulan madu bersama istrinya yang lain? Aku harus segera mengakhirinya.”

“Kak, maaf aku gak bisa ikut. Aku gak mungkin ikut kalian bulan madu,” ujar Rima berusaha tetap tersenyum.

“Iya, Alda. Rima gak mungkin ikut. Ia pasti canggung,” ujar Fandi menimpali.

“Kalian kenapa sih? Aku perhatikan sejak kepulangan kalian dari dinas luar kota. Aku merasa ada yang berbeda. Ada rahasia apa yang kalian sembunyikan?” tanya Alda dengan tatapan curiga.

**

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • AKU ISTRI PERTAMA TETAPI AKULAH GUNDIKNYA   KARMA PELAKOR

    Enam tahun yang lalu.“Alda! Apa yang kamu lakukan? Semua data untuk skripsi itu milikku, Al,” Cika terlihat sangat kecewa.“Milik kamu? Bukankah kamu sendiri yang bilang bahwa kita adalah sahabat sejati. Kamu juga bilang apapun yang kamu miliki aku juga dapat memilikinya. Jadi, tidak ada salahnya bukan untuk berbagi?” ujar Alda dengan tawa sinis.“Al, kita memang bersahabat. Tapi, perbuatanmu ini merupakan pelanggaran. Aku sudah membantumu sebisaku. Kembalikan flashdisk itu!” pinta Cika dengan wajah sedih.“Kamu picik, Cika. Kamu ingin mengalahkanku. Kamu ingin menjadi nomor satu. Skripsi milikmu lebih disukai. Jika kamu ingin flashdisk ini, ambilah!” Alda melempar flashdisk merah milik Cika ke tengah jalan.Flashdisk merah milik Cika terlindas mobil hingga hancur.“Kamu jahat, Al!” teriak Cika.“Oops, aku lupa memberi tahu kamu kalau semua data skripsi itu telah diubah menjadi namaku. Lebih baik kau buat lagi yang baru dengan otak cerdasmu itu, sahabatku!” ujar Alda lalu pergi menin

  • AKU ISTRI PERTAMA TETAPI AKULAH GUNDIKNYA   RAHASIA BESAR BU AMARA

    Dua hari berlalu, Rima belum juga siuman. Fandi juga masih menjalani perawatan di rumah sakit.“Mas, sebenarnya ada sesuatu yang buruk terjadi pada Rima dan bayinya,” ucap Alda dengan suara lirih.“A-apa maksudmu, Al? Ada apa?” tanya Fandi khawatir.‎"Rima sudah melahirkan dua hari yang lalu tapi bayinya meninggal. Rima belum sadarkan diri setelah mengalami pendarahan," ungkap Alda."Kenapa kamu baru bilang sekarang? Apa yang kamu pikirkan?" Fandi terdengar sangat marah.‎"Aku baru mengetahuinya setelah mendapat kabar kamu kecelakaan. Aku ga kepikiran," ujar Alda dengan suara bergetar."Alda, ini bukan hal yang sepele. Seharusnya kamu harus lebih tahu. Aku akan kembali ke Jakarta secepatnya," Fandi menutup panggilan telepon.‎"Mas. Mas!" Teriak Alda.‎Fandi bergegas menemui dokter dan memaksa pulang.‎"Pak Fandi, kondisi kaki bapak belum memungkinkan digunakan untuk perjalanan jauh. Butuh waktu minimal satu bulan agar kondisi kaki kanan Pak Fandi jauh lebih baik. Luka operasi masih ba

  • AKU ISTRI PERTAMA TETAPI AKULAH GUNDIKNYA   DENDAM BARLI

    POV. Cinta bertepuk sebelah tangan“Rima, maukah kamu jadi pacarku?” tanya Bara sambil menyodorkan satu tangkai bunga mawar.Rima tercengang melihat sikap murid paling pendiam di kelasnya. Ia tak menyangka Bara menyatakan cinta.“M-maaf, Bara. Aku gak bisa!” Rima berlari meninggalkan Bara yang masih bersimpuh.Wajah Rima sangat merah karena malu.“Ri, tolong kasih tahu aku alasannya!” Bara menahan lengan Rima.“Maaf, Bara. Aku gak punya perasaan lebih sama kamu. Aku hanya menganggap kamu sebagai teman,” jawab Rima.“Bohong! Gak mungkin lo gak punya perasaan apapun sama gue! Lo selalu baik sama gue dan di antara semua anak di kelas cuma lo yang peduli sama gue!” Bara menatap tajam mata Rima.“Aku gak bohong, Bara. Bagiku kamu dan yang lainnya adalah teman. Aku gak merasa memperlakukan kamu secara spesial. Maaf kalau aku membuat kamu salah paham,” ujar Rima dengan mata sendu.Bara pergi meninggalkan Rima dengan perasaan marah dan terhina. Ia mengemudikan sepeda motornya dengan kecepatan

  • AKU ISTRI PERTAMA TETAPI AKULAH GUNDIKNYA   HUBUNGAN GELAP

    “Nyonya Rima mau kemana? Biar saya antar,” ujar Pak Ujang supir baru yang dipekerjakan oleh Fandi.“Saya ada urusan di luar kota, Pak. Tolong rahasiakan dari suami saya,” Rima memberikan sebuah amplop yang cukup tebal ke tangan Pak Ujang. “Uang ini bisa untuk biaya pengobatan putra bapak, ya.”Rima melaju dengan mobil miliknya. Ia pergi ke rumah lama di kaki gunung. Sesekali ia mengusap perut buncitnya.“Kita bekerja sama ya, sayang. Mama melakukan ini demi sebuah kebenaran tentang asal usul kita. Mama akan hapus julukan buruk untuk kamu.”Di sisi lain, Fandi kehilangan ponselnya. “Sial, ponselku terjatuh di kubangan lumpur tadi. Mau tidak mau aku harus membeli ponsel baru.”“Pak Fandi, silakan beristirahat lebih dulu. Wajah Pak Fandi tampak kurang sehat. Saya lihat juga tadi ponsel Pak Fandi jatuh ke dalam lumpur didekat sumur?” ujar Pak Joni mandor senior di sana.“Iya, Pak. Sepertinya ponsel saya tidak bisa diselamatkan. Di sini, ada mall atau toko ponsel terdekat? Perasaan saya ga

  • AKU ISTRI PERTAMA TETAPI AKULAH GUNDIKNYA   PERAYAAN KECIL

    “Sayang, jangan lupa janji temu kita di akhir pekan,” Hary membaca pesan singkat dari Olin.“Syukurlah, masih ada waktu lima hari lagi. Aku sudah keringat dingin. Tanda cinta dari Alda masih memenuhi tubuhku,” gumam Hary sambil mengelus dada.“Sebenarnya apa yang ku inginkan? Balas dendam atau aku mulai jatuh cinta pada Alda?” “Sayang, kau semakin tampan memakai setelan itu,” Alda membalas pesan berisi foto Hary. “Siapa dulu yang pilih? Terima kasih ya, sayang. Aku suka setelan ini,” ujar Hary.Rosa menemui Bu Tika di restoran mewah yang lengkap dengan privasi.“Bu Tika, sampai kapan ibu akan terus tutup mata atas semua kelicikan Alda?” tanya Rosa dengan tatapan tajam.“Apa maksud kamu, Rosa?” Bu Tika tercengang mendengar pertanyaan Rosa.“Ini!” Rosa meletakkan beberapa foto pertemuan Bu Tika dengan Rafael.Wajah Bu Tika seketika berubah menjadi pucat pasi.“Dari mana kamu dapatkan foto-foto ini?” tanya Bu Tika dengan terbata-bata bahkan tangannya gemetar.“Rafael itu kekasih gelap

  • AKU ISTRI PERTAMA TETAPI AKULAH GUNDIKNYA   RUMAH LAMA

    POV. Pertengkaran Olin dan Hary.“Sebaiknya kita ke apartemen lamaku,” ajak Hary.“Kenapa, sayang? Ada apa?” tanya Olin bingung.“Kita bertengkar hebat di sana. Kamu boleh menamparku dan memutuskan pertunangan kita secara resmi. Alda akan melihatnya lewat CCTV yang ia pasang di apartemen lama. Ia pasti sangat senang melihat pertengkaran kita di sana,” bisik Hary.“Baiklah, kita kesana dan buat Alda percaya bahwa kita telah benar-benar berpisah.Di apartemen lama milik Hary. Olin menampar Hary karena mencurigai adanya hubungan spesial yang terjalin antara tunangannya dengan Alda.“Akui saja semuanya. Kamu menyukai Alda? Kalian pernah berada di apartemen ini berdua di saat hujan? Gaun ini adalah saksinya!”“Aku dan Alda hanya sekedar rekan kerja. Kami hanya menjalankan syuting untuk konten karena sudah dikejar deadline,” Hary berusaha menenangkan Olin. “Kamu bohong! Kamu membantu Alda dalam kasus Rafael ‘kan?” cecar Olin makin emosi.“Aku tidak membantu apapun. Rafael mengakuinya se

  • AKU ISTRI PERTAMA TETAPI AKULAH GUNDIKNYA   COKELAT PANAS

    “Sayang, aku ingin bertanya. Apakah boleh?” Fandi menatap lekat mata Rima yang sendu.“Tanya apa, Mas?” Rima tampak canggung.Fandi menyeka helaian rambut di pelipis istrinya dengan lembut. “Apakah kamu mencintaiku?”Rima terkesiap lalu mengalihkan pandangannya. “Kenapa kamu bertanya seperti ini, Ma

  • AKU ISTRI PERTAMA TETAPI AKULAH GUNDIKNYA   KESEPAKATAN

    POV. Fandi meminta penjelasan Rima tentang donor ginjal.“Sayang, aku minta maaf,” Fandi menciumi telapak tangan Rima dengan air mata yang mulai membasahi pipi.“Mas, jangan begini. Kamu kenapa? Minta maaf untuk apa?” tanya Rima dengan suara lirih.“Aku sudah tahu semuanya soal donor ginjal itu. Men

  • AKU ISTRI PERTAMA TETAPI AKULAH GUNDIKNYA   SATU GINJAL

    “Influencer berinisial “R” yang dijuluki si Malaikat mengalami kecelakaan tunggal dan menabrak sebuah warung. Menurut hasil penyelidikan sementara, kecelakaan terjadi diduga karena mabuk,” Alda tersenyum lebar membaca berita di sosial media.“Akhirnya, si malaikat itu tumbang juga? Ini balasannya un

  • AKU ISTRI PERTAMA TETAPI AKULAH GUNDIKNYA   ORANG DARI MASA LALU

    “Ri, bagaimana kabar kamu? Apa semuanya baik-baik saja?” tanya Riko dalam pesan singkat.“Sejauh ini semuanya baik. Kak Alda jauh lebih tenang dari yang ku kira. Aku semakin merasa bersalah, Rik,” balas Rima.“Maksudmu, Kak Alda bersedia menjalani pernikahan poligami ini?” tanya Riko.“Tidak, Riko.

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status