Iris masih membeku di tempat, ketika dia tiba-tiba merasakan tubuhnya dipeluk dan didorong Silas. Mereka jatuh berguling di atas lereng tanah yang kasar, dihujani suara tembakan dan juga anak panah. Jika Silas terlambat menariknya, tubuh mereka yang akan dihujani peluru dan anak panah. Kini sasaran itu beralih pada kuda cokelat yang tadi mereka tunggangi.Kuda itu meringkik kesakitan ketika timah panas menembus kulit, sebelum akhirnya berlari dan ikut terguling. Lalu ambruk dengan darah menetes. Iris melihatnya. Namun dia tidak sempat menjerit dan mengeluh seluruh tubuhnya sakit ditindih Silas, ketika pria itu justru menariknya berdiri dan bersembunyi di antara semak rimbun serta pohon tumbang. "Akh, sakit, Silas—"Sebelum Iris sempat bicara, mulutnya ditutup. Pria itu berada di belakangnya dan memeluknya erat. Dia sesak. Napasnya terengah-engah, bahkan tubuhnya masih sakit karena harus berguling dari lereng tanah yang cukup tinggi. Gaun putihnya yang bersih, kini kotor oleh tanah
Read more