"M-masuk ke dalam, Pak? Tapi rumah saya arahnya berlawanan dengan apartemen Bapak, yakin mau anter saya?!" cicit Bianca, kakinya terpaku di dekat pintu mobil.Damian tidak menjawab. Pria itu duduk tenang di kursi belakang, memutar kepalanya lambat, menatap mata Bianca mendalam.“Masuk!”Tatapan dinginnya penuh dominasi tak terbantahkan, menusuk tepat ke manik mata Bianca, detak jantung gadis itu mendadak melompat liar tak beraturan. ‘Bisa jantungan beneran gue kalo diliatin kayak gini terus, ya Tuhan..’ cicit Bianca. Ia menelan ludah kaku, akhirnya menyerah pada aura mengintimidasi sang bos. Dengan gerakan kikuk, terpaksa melangkah masuk dan duduk di dalam mobil.Begitu pintu tertutup rapat, mobil itu pun melaju membelah jalanan malam kota. Di kursi itu, Bianca duduk mepet ke arah pintu kiri, memeluk tas kecilnya seolah benda itu bisa menyelamatkannya dari aura dingin Damian.Drrt... Drrt... Drrt...Pons
続きを読む