Share

22. Aluna Kabur

Auteur: CacaCici
last update Date de publication: 2026-05-16 20:41:58
Tuk'

Suara benda yang diletakkan secara kuat di atas meja terasa mendentum kuat. Kaizen meletakkan tablet di tangannya secara kasar, seolah benda tersebut tak terlalu berharga untuknya. Hal tersebut membuat Vanessa menegakkan posisi duduk, menatap Kaizen dengan ekspresi gugup bercampur waspada.

Kaizen mengangkat pandangan, menatap Vanessa tajam dan penuh peringatan.

"Kau tidak perlu mencampuri urusan rumah tanggaku. Itu bukan ranahmu," dingin Kaizen. "Dan jika foto itu tersebar hingga menim
CacaCici

Selamat membaca dan semoga suka, MyRe. Sehat selalu buat kalian semua yah ... Papai ... IG:@deasta18

| 31
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (2)
goodnovel comment avatar
CacaCici
Baik, Kakku Sayang. (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠...(⁠◕⁠ᴗ⁠◕⁠✿⁠)꒰⁠⑅⁠ᵕ⁠༚⁠ᵕ⁠꒱⁠˖⁠♡
goodnovel comment avatar
Jennifer Karisoh
up lgi dong
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   26. Aluna vs Laudia

    "Hah." Aluna menghela napas panjang, menepuk-nepuk pipi sambil menatap layar komputer canggih di meja kerjanya. Pekerjaan Aluna cukup santai, memeriksa biodata para aktris dan aktor yang sudah mendaftar untuk audisi film-nya. Satu aktor sudah ia amankan–aktor top tampan yang akan menjadi menglaris dan menambah nilai minat dari film ini. Aktor tersebut adalah Arshaka, temannya. "Ck." Aluna berdecak pelan, salah tingkah pada satu hal. Tadi pagi di meja makan dan tadi malam, itu membuatnya terus salah tingkah. "Ih, ngapain sih aku masih mikirin itu?" gumam Aluna, menoleh ke sana kemari dengan wajah malu-malu dan pipi merona. Bisa-bisanya saat kerja, dia memikirkan adegan panasnya dengan suaminya saat tadi malam. Sangat merusak fokus! Tok' tok' tok' Tiba-tiba saja pintu ruangan Aluna diketuk. Aluna menoleh ke arah pintu lalu mempersilahkan. "Silahkan masuk." Aluna menyeru. Pintu terbuka, memperlihatkan Inggita, si penulis yang merangkap jadi asisten Aluna. "Bu, ru

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   25. Mencurangi Istri

    Tuk' Kaizen menutup kembali lemari, senyum geli karena merasa lucu dengan makhluk dalam lemari. "Tuan Krabs," gumam Kaizen pelan, segera keluar dari walk in closet. Sedangkan Aluna, dia segera membereskan para kesayangannya–tumpukan uang yang Kaizen berikan. Dia menyembunyikan uang tersebut dalam koper kecil berwarna silver lalu meletakkannya di sudut lemari. Tak sampai di situ, Aluna menutupinya dengan kotak perhiasan. Lalu setelah merasa aman, Aluna segera keluar dari lemari dan langsung menyusul Kaizen. Karena Kaizen tak ada di dalam kamar, Aluna menemui pria itu ke kamar sebelah–ruang kerja suaminya di lantai ini. Aluna lewat melalui pintu di dalam kamar ini yang terhubung dengan ruangan tersebut. Jadi Aluna tak perlu keluar kamar. "Om!" panggil Aluna dengan nada galak. Kaizen yang sedang bekerja, duduk di kursi kerja dan tengah sibuk memeriksa dokumen, mendongak pelan ke arah Aluna. 'OMG! Ta-Tampan banget Om eh My Husband. Argkkkk! Dia pakai kacamata dan … is, g

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   24. Aluna Bersembunyi dan Kaizen Mencari

    "Kak Kaizen." Aluna sontak menoleh ke arah Vanessa, langsung memutar bola mata secara malas dan memasang wajah tak suka. Sejenak dia melirik ke arah perempuan di sebelah Vanessa, di mana perempuan itu terlihat lebih muda dari Vanessa. "Kak, aku membawa Laudia untuk meminta maaf pada Aluna," ucap Vanessa dengan nada lembut, menatap Kaizen hangat sambil senyum tipis. Wajah Kaizen tampak tetap datar. Sedangkan Aluna, dia lagi-lagi melirik perempuan di sebelah Vanessa dengan ekspresi campur aduk. 'Laudia? O-oh … artis itu-- artis yang Kak Inggita dan Pak Reno ceritakan kah? Wow, dia ini adik Tante Vanessa yah?' batin Aluna, spontan meluk lengan Kaizen sambil terus mengamati Laudia dengan ekspresi julid bercampur meremehken–ekspresi tersebut spontan keluar. Dengan isyarat, Kaizen memanggil maid lalu menyerahkan tas di tangannya pada maid tersebut–menyuruh maid mengantarnya ke kamar. Setelah itu, Kaizen berjalan ke arah ruang keluarga–otomatis Aluna yang memeluk lengannya ikut ke sa

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   23. Aku Bukan Perempuan Gampangan

    Aluna duduk diam dengan ekspresi wajah murung. Saat ini dia dalam mobil, perjalanan pulang menuju rumah Kaizen. Kaizen tiba-tiba datang dan mengajak Aluna pulang. Ah, entah darimana pria itu tahu kalau Aluna ada di rumah paman kecilnya. Tadi, Aluna menolak pulang. Akan tetapi paman kecilnya bilang Aluna harus pulang dan harus bicara dari hati ke hati dengan Kaizen untuk menyelesaikan masalah mereka. Pada akhirnya Aluna pulang, selain karena disuruh oleh Xenon, juga karena takut Kaizen makin marah padanya. Tuk' Tiba-tiba saja Kaizen meletakkan sebuah kotak di atas pangkuan Aluna, membuat Aluna menoleh ke atas pangkuannya lalu melirik was-was pada Kaizen yang sedang mengemudi. "Maaf …." Suara serak dan rendah mengalun dari bibir Kaizen. Wajah pria itu tampak serius akan tetapi lirikannya pada Aluna memancarkan rasa sesal dan bersalah, "Alan sudah menyelidiki dan aku salah. Maaf …," ulang Kaizen. Aluna kembali melirik Kaizen. 'Om mengakui kesalahan dan meminta maaf? Baik juga.'

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   22. Aluna Kabur

    Tuk' Suara benda yang diletakkan secara kuat di atas meja terasa mendentum kuat. Kaizen meletakkan tablet di tangannya secara kasar, seolah benda tersebut tak terlalu berharga untuknya. Hal tersebut membuat Vanessa menegakkan posisi duduk, menatap Kaizen dengan ekspresi gugup bercampur waspada. Kaizen mengangkat pandangan, menatap Vanessa tajam dan penuh peringatan. "Kau tidak perlu mencampuri urusan rumah tanggaku. Itu bukan ranahmu," dingin Kaizen. "Dan jika foto itu tersebar hingga menimbulkan masalah, orang yang pertama kucari adalah adikmu!" tambahnya dengan nada penuh ancaman, setelah itu dia berdiri dari sofa lalu segera beranjak dari sana. "Jangan sering-sering datang ke sini, istriku tidak senang. Lagipula kau perempuan yang akan menikah," ucap Kaizen lagi, sebelum benar-benar pergi dari ruang keluarga. Sepeninggalan Kaizen, Vanessa mengepalkan tangan dengan kuat–menahan rasa kesal dan tak terima. Padahal niatnya baik supaya Kaizen sadar kalau Aluna bukan perempuan ya

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   21. Alasan Kenapa Aluna dinikahi

    "Per-pertama kali?" cicit Aluna dengan suara pelan, mirip seperti bisikan. Itu saking tak percaya-nya dia! Kaizen menganggukkan kepala secara pelan. "Hum," dehemnya. "Jadi malam itu …-" Suara Aluna masih pelan. "Tidak terjadi apa-apa," jawab Kaizen rendah. "Trus … kenapa Om tidak membantah waktu itu? Kenapa Om tetap menikahiku?" tanya Aluna dengan nada lemas, merasa tertipu dan dibohongi oleh Kaizen. Andai saja waktu itu Kaizen jujur kalau dia tidak menyentuh Aluna, mungkin saat ini ia masih bebas tanpa menyandang status istri. "Saat itu, kita memang tidak melakukan hubungan suami istri. Tetapi seluruh tubuhmu sudah kusentuh, hanya bagian kenikmatanmu yang tersisa. Jadi aku memang harus menikahimu," ujar Kaizen tenang, seolah yang dia bahas adalah masalah ringan–bukan masalah berat berat ataupun masalah sensitif. Waktu itu, Kaizen memang hampir merenggut keperawanan Aluna. Miliknya dan milik Aluna sudah bersentuhan, tinggal penyatuan untuk menyempurnakan. Namun, Kaizen meny

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status