Share

334. (G) Hati yang Luluh

Author: CacaCici
last update publish date: 2026-08-22 22:05:09

"Dan Mas tahu nggak siapa awal mula yang mencomblangkan kami?" tanya Sera, mulai berbicara lugas. Xavier mendengarnya dan pria ini tak terlihat ilfeel padanya.

"Siapa, Darling?" Xavier bertanya rendah. Dia menarik Sera supaya duduk lebih rapat dengan tubuhnya. Setelah itu dia memiringkan sedikit tubuh istrinya, begitupun dengan tubuhnya.

Posisinya Sera sedikit membelakanginya. Dia melakukan itu supaya bisa memijat pundak Sera, agar perempuan ini lebih rileks bercerita padanya.

"Lana, paca
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
CacaCici
Hihihi ... pastinya, Kak. Xavier bakalan kewalahan lagi sepertinya yah, Kak, untuk menghadapi kutukan Adam. (⁠≧⁠▽⁠≦⁠)
goodnovel comment avatar
Tari Arianto
wah... auto on kutukannya...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   367. (G) Di mana Dia Sekarang?

    "Istri Kakak tidak aneh sepertimu, Sweetheart," ujar Xavier, duduk di sebelah istrinya sambil memegang wadah nasi dan ayam bakar. "Mau?" tawarnya pada sang istri, mendapat anggukan cepat dari Sera. Melihat anggukan Sera yang antusias, Xavier seketika senyum manis. Xavier beranjak dari sana untuk mencuci tangan lalu segera kembali duduk di samping istrinya. Dia berniat menyuapi Sera. "Aku juga mau, Kak," ucap Kaina, menatap tergiur pada ayam panggang tersebut. Xavier menaikkan sebelah alis. Dia laku memotong ujung sayap kemudian memberikannya pada adiknya. Wajah Kaina langsung dongkol, menatap kakaknya dengan mata berkedut-kedut. Sedangkan Sera, dia tertawa kecil—merasa lucu pada Xavier dan ekspresi wajah dongkol sahabatnya. "Jahat!" sebal Kaina, menatap muram pada kakaknya. "Lihat saja, kalau anak Kakak lahir, aku akan mengajaknya untuk bersekongkol." "Bersekongkol apa, Humm?" ucap Xavier, mulai menyuapi Sera. Sera sendiri sengaja bergeser ke depan supaya Xavier lebih mudah

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   366. (G) Pendekatan

    "Dia bahkan tidak mau berbicara denganku," jawab Xavier, nadanya cukup ketus efek perasaan tak nyaman yang menyelip di hatinya. "Jadi kalau Sera tak mau berbicara denganmu, kamu merasa harusbalik mendiaminya, Humm?" Aluna menatap penuh peringatan pada putranya, "yang Sera rasakan saat ini sangat menyakitkan, Nak. Dia kehilangan Ayahnya dan itu berlangsung di depan matanya. Orang yang membunuh Ayahnya adalah ibu kandungnya sendiri. Ayahnya terbunuh untuk melindungi dirinya. Mama tirinya masih terus saja menyalahkannya atas kejadian ini. Dan semua situasi ini terjadi saat dia sedang mengandung anak kamu. Coba bayangin seberapa berat beban pikiran yang harus dia tanggung, Nak?!" Xavier menghela napas lalu menggaruk pelipis. Dia paham dan dia mengerti jika ini berat untuk Sera. Namun, dia hanya … hanya ingin Sera mau berbicara padanya. Jangan mendiaminya seperti ini. Xavier jadi merasa bersalah karena waktu itu dia yang datang terlambat. "Kamu tahu tidak, kalau perpisahan itu adalah

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   365. (G) Tak Ingin Bicara

    "Tidak perlu khawatir, Nyonya Vanessa. Tuan Diego sudah merupakan harta khusus untukmu," ucap Satria dengan nada datar. Namun, karena mungkin lelah seharian ini, suaranya terdengar pelan dan halus. Vanessa terdiam cukup lama lalu pada akhirnya, beranjak dari sana dengan tangan yang mengepal. Wajahnya tampak muram, malu mendengar ucapan Satria. Namun, sebenarnya, itulah yang dia untuk dengar. Sera menatap sekilas pada Vanessa. Tak ada kebencian di matanya, hanya tatapan kosong yang tak punya rasa. Sekalipun Vanessa menyebalkan dan terus menuduhnya, setidaknya perempuan itu jauh lebih baik dari perempuan yang melahirkan Sera. Setidaknya Vanessa masih menangisi kepergian ayahnya dan perempuan itu juga ikut ke pemakaman. Mengingat wanita jahat itu—wanita yang melahirkannya, Sera diam-diam mengepalkan tangan. Dulu, sekalipun sudah mengalami banyak kejahatan dari wanita itu, Sera tetap tak sanggup untuk benar-benar membencinya. Ikatan itu masih ada. Namun, sekarang ikatan itu benar-be

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   364. (G) Mencoba Hangat

    Padahal ada kakaknya sang sama hancurnya dengannya akan tetapi berusaha tetap tegar hanya demi dirinya. "Maafkan aku, Kak," cicit Viviana pelan, menggeser kursinya supaya lebih dekat dengan Sera. Setelah itu, dia meraih tangan Sera. Dia menunduk dalam, menempelkan punggung tangan Sera pada keningnya lalu menangis terisak, "selama Ayah hidup, aku merasa sering merebut kasih sayang Ayah dari Kak Sera. Maafkan Viviana, Kak, karena … bahkan di saat pergi, Kakak harus memendam kesedihan Kakak hanya demi menopangku. A-aku sangat tidak berguna, a-aku jahat pada Kakak. Tolong maafkan Viviana, Kak …." "Nggak ada yang harus Kakak maafkan karena kamu tidak pernah berbuat salah pada Kakak," ucap Sera lembut, menarik tangannya pelan lalu memilih memeluk adiknya, "apa yang Ayah berikan padamu, itu sudah seharusnya Ayah padamu. Tidak lebih tidak kurang. Itu hakmu sebagai putrinya. Adapun Kakak … Kakak putri pertama Ayah. Jadi sudah seharusnya berbeda. Jangan salahkan dirimu, kamu hanya menerima h

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   363. (G) Peran Kakak

    "Ini kue yang Ayah belikan untukku dan Mas Xavier," ucapnya rapuh, suaranya tercekik ditenggorokan—pilu dan menyayat hati. Aluna seketika terdiam, langsung menjauhkan tangan dari paper bag tersebut. Dia semakin iba, tak tega dan ikut hancur melihat menantunya. Aluna menatap ke arah suaminya, wajahnya sedih dan tatapannya sayu. Aluna ikut rapuh dan tak kuat. Kaizen mendekat ke arah Sera, duduk di sebelah menantunya sehingga Sera kini ada di antara dia dan istrinya. "Daddy akan menjaga kue-mu dengan baik," ucapnya pelan dan lembut, membuat Sera menoleh padanya. "Daddy berjanji," tambahnya. Sera menoleh pada kuenya, mengendorkan pelukannya pada paper bag tersebut lalu pada akhirnya menyerahkannya pada daddy mertuanya. "Sekarang ganti pakaianmu, Nak," ujar Kaizen lagi. Sera menurut dan patuh, menganggukkan kepala secara pelan. Dia berdiri, dipapah dan dibantu oleh mommy mertuanya. "Viviana, Kakak ganti baju dulu. Kamu tunggu di sini yah," ucap Sera dengan nada le

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   362. (G) Lilin Padam dalam Ruang Dingin

    Terlambat! Xavier kembali menghela napas, tak membiarkan kesedihan dan perasaan bersalah menyelimuti. Ini bukan saatnya! Dengan lembut, dia mengulurkan tangannya—menyentuh pucuk kepala istrinya. Saat tangannya menyentuh pucuk kepala istrinya, Sera langsung mendongak padanya. Deg' Jantung Xavier berdebar kencang, bebaran yang terasa sakit ketika melihat sorot mata istrinya yang penuh luka dan tak lagi berbinar. "Mas izin mengangkat Ayah. Boleh?" ucap Xavier dengan nada serak yang terdengar bergetar. Tatapan Sera yang menyedihkan menarik Xavier dalam pusaran luka yang menyakitkan. Sera tak bersuara, akan tetapi dia menganggukkan kepala secara pelan. Xavier meraih tubuh ayah mertuanya, membawanya dalam gendongannya. Air mata Xavier jatuh begitu saat menyadari sesuatu. Bahkan di saat terakhirnya, pria hebat ini tak ingin melukai putrinya. Tadi, satu tangan ayah mertuanya memeluk tubuh Sera. Lalu satu lagi, menyangga pada pegangan kursi supaya tubuhnya tak jatuh di atas perut

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   4. Pertemuan

    Kaizen menatap mamanya dengan ekspresi flat, tetapi dengan sorot mata yang intens. Dia diam cukup lama untuk mempertimbangkan sesuatu hingga pada akhirnya mengangukkan kepala sebagai tanda setuju. Naia tiba-tiba membalik tubuh, wajah galaknya langsung hilang, bersama dengan senyuman senang yang m

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   3. Nikahi Dia, Kaizen!

    Di sisi lain, Aluna yang panik langsung bersembunyi dalam selimut. Sedangkan wanita yang masuk ke kamar ini, tiba-tiba saja berlari keluar. Di dalam selimut, Aluna mencoba menangkan diri. Namun melihat pria di sebelahnya hanya mengenakan celana pendek, Aluna semakin panik. Rasa paniknya lebih tak

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   2. Malam Panjang

    Kaizen segera memeriksa mobilnya, mencari keberadaan sumber suara tersebut. Saat Kaizen menoleh ke belakang mobil, dia tidak menemukan apapun. "Sssst … mmm …." Akan tetapi suara itu jelas dari arah jok belakang. Kaizen memutuskan lebih teliti memeriksa, membuka pintu jok belakang untuk melihat

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   1. Jebakan dan Pertolongan

    "Aku sudah memasukkan obat perangsang ke dalam minumanmu, Aluna Sayang." Aluna Rasya Adam (24 tahun), melebarkan mata saat mendengar ucapan pria tersebut. Ia menatap takut campur panik pada seorang pria yang saat ini berdiri di hadapannya. Pria itu menjulang tinggi, memperlihatkan senyuman miring

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status