Aluna turun dari lantai atas dengan langkah gontai. Sejak bangun tidur pagi tadi dirinya sudah beberapa kali bolak-balik ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya. Tubuhnya terasa lemas, kepalanya pening, sementara perutnya masih terasa tidak nyaman.Ragil yang pagi itu harus berangkat lebih awal ke kantor karena ada pertemuan penting tidak bisa menemaninya di rumah.“Nanti kalau masih muntah terus, kamu ke rumah sakit aja,” ucap Ragil sebelum berangkat tadi pagi. “Aku nyusul kesana nanti.”Aluna hanya mengangguk pelan dan membiarkan suaminya pergi.Kini ia duduk lemas di sofa ruang tengah. Beberapa menit lalu ia meminta asisten rumah tangganya membuatkan air jeruk hangat untuk sedikit meredakan rasa mualnya.“Ini, Bu, minumannya,” ujar sang asisten sambil meletakkan gelas di atas meja.“Taruh aja di meja, Mbak. Terima kasih,” jawab Aluna lirih.Ia memijat pelan kepalanya yang terasa berat, lalu meraih gelas tersebut dan meminumnya perlahan.“Lumayan sege,” gumamnya pelan.Belum s
Read more