Cahaya ratusan obor memantulkan pendar kemerahan yang garang di atas hamparan lapangan rumput luar gerbang utama kediaman Valois. Suara derap ribuan kuku kuda bergemuruh memecah keheningan malam, menciptakan getaran yang terasa hingga ke telapak kaki. Di barisan terdepan pasukan pengepung, seorang panglima tinggi berzirrah emas menghentikan kudanya secara mendadak. Ia mengangkat pedang peraknya tinggi-tinggi ke udara, memberi aba-aba agar seluruh pasukan kerajaan berhenti bergerak. "Dengar, orang-orang Valois!" seru panglima berzirrah emas itu lantang, suaranya menggelegar menembus angin malam. "Atas titah langsung dari baginda Raja, wilayah ini dinyatakan berada di bawah pengawasan militer kerajaan! Letakkan senjata kalian dan serahkan diri sekarang juga!" Gerbang besi utama kediaman Valois berderit perlahan, terbuka lebar tanpa ada perlawanan. Dari balik gerbang yang terbuka, Lucien melangkah keluar dengan langkah tegap dan penuh wibawa. Di belakangnya, Celina berjalan tenang den
Read more