Zivanya merosot di balik pintu kamar mandi sembari menggenggam benda pipih itu. Ironi ini begitu menyesakkan. Ariyan baru saja membuka pintu sangkar dan mengizinkannya terbang mencari kebahagiaan lain, namun di saat yang sama, takdir justru menanamkan pengikat yang paling kuat di dalam rahimnya.Dua garis merah itu bukan sekadar tanda kehamilan. Bagi Zivanya, itu adalah rantai yang kembali melilit dirinya.Zivanya keluar dari kamar mandi dengan tubuh lunglai. Di saat yang sama, ia mendengar deru halus mesin mobil suaminya.Dengan panik, ia menyembunyikan test pack di laci paling bawah meja rias, terkubur di balik tumpukan syal.Ariyan tidak boleh tahu. Belum saatnya.Malam itu, meja makan terasa lebih dingin dari biasanya. Ariyan duduk di sana, sudah berganti pakaian santai, menyesap minumannya sambil menatap layar handphone. Zivanya tidak tahu kenapa lelaki itu pulang. Zivanya duduk di seberangnya, berusaha menyesap teh jahe untuk meredam mual yang kembali merayap."Tadi Mita ce
Terakhir Diperbarui : 2026-05-14 Baca selengkapnya