"Ya, aku pasti akan datang, Ma," jawab Freya dengan suara lesu yang dipaksakan.Jika ibunya yang memohon seperti ini, ia sama sekali tidak memiliki alasan untuk menolak.Dani memang licik, memanfaatkan orang tuaku sebagai senjata, batin Freya penuh amarah."Mama senang sekali mendengarnya, Sayang. Kalau begitu, sampai ketemu nanti malam, ya. Nanti Papa yang akan menjemputmu langsung di apartemen.""Iya, Ma .... " Freya meremas ponsel kuat-kuat.Telepon diakhiri keduanya. Begitu layar ponsel menggelap, Freya langsung menghempaskan benda pipih itu dengan kasar ke atas dasbor mobil."Argg! Sialan kamu, Dani!" raung Freya frustrasi. Ia memukul setir mobil berkali-kali untuk meluapkan emosi yang nyaris meledak.Dengan napas yang memburu, Freya kembali menginjak pedal gas, melajukan mobilnya membelah jalanan kota menuju gedung pencakar langit milik Diego Foster.Persetan dengan Dani, ia tidak peduli lagi jika harus bertemu dengan pria itu atau siapa pun nanti. Yang ia butuhkan sekarang
Read More