แชร์

11. Salah Langkah?

ผู้เขียน: Dita SY
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-31 22:37:00

"Tentang hubungan kita?" Pulpen di genggaman tangan Freya terlepas, berdenting pelan di atas meja kerja saat mendengar jawaban Dani.

​Perlahan, Dani melangkah mendekati meja kerja Freya dan menarik kursi, kemudian duduk tepat di hadapan Dokter Cantik itu.

​"Ya, tentang hubungan kita. Aku ingin pernikahan kita dipercepat," jawab Dani. "Waktu tiga bulan sangat lama bagiku. Bagaimana kalau besok kita fitting baju pengantin, dan minggu depan kita langsung menikah?"

"Minggu depan?" ​Kedua mata Freya
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Nurhayati
sangat menarik dan ceritanya bikin penasaran
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   296. Mempertahankan Kehormatan

    Kevin murka. Kedua matanya membulat lebar nyaris keluar dari kelopak. Pria itu mengusap kasar bekas ludah di wajahnya, lalu kembali menatap Zhue dengan aura membunuh.​"Bangsat! Berani kamu kurang ajar pada Kevin!" geramnya, berdiri tegak dan mencengkeram kuat kedua pergelangan tangan Zhue.​"Lepaskan aku! Brengsek!" pekik Zhue dengan nada melengking tajam.Gadis itu menendang-nendangkan kakinya secara liar ke arah dada Kevin. "Pria tidak tahu diri! Kamu tidak lebih dari sampah menjijikkan yang pantas membusuk di neraka!"​"Teruslah memaki, Cantik!" kekeh Kevin dengan tatapan kelam penuh nafsu.Ia menghiraukan setiap pukulan Zhue dan menghempaskan tubuh ringkih gadis itu ke atas kasur empuk. "Makin kamu memberontak, makin besar hasratku untuk menghancurkanmu!"​Zhue terus bergerak brutal, mencoba memutar tubuhnya demi melepaskan diri dari kungkungan pria itu."Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu itu, Sialan!" desis Zhue dengan rahang menegang keras. "Kalau sampai aku berhasil lepa

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   295. Gadis Liar

    "Paman, mobil Yenzing mengalami kecelakaan! Bagaimana keadaan Yenzing dan Zhue sekarang? Mereka baik-baik saja 'kan? Di mana mereka sekarang?"​Baru saja melangkah masuk ke dalam ruang IGD, Diego langsung dicecari berbagai pertanyaan beruntun oleh Freya.Pria itu menghela napas panjang, mendudukkan tubuhnya di kursi samping tempat tidur, lalu menggenggam erat jemari lentik Freya yang terasa dingin.​"Mereka berdua baik-baik saja, Baby. Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan, hmm," jawab Diego tenang, memilih menyembunyikan kebenaran tentang hilangnya Zhue.​Mengingat pesan peringatan dari Laura tadi, Diego sangat yakin Zhue bukan gadis baik. Apalagi Zhue anak dari musuh bebuyutannya yang sudah meninggal dunia.Bagaimanapun juga, darah mafia yang mengalir di tubuh Zhue tidak akan bisa luntur oleh apapun. Gadis itu pasti menyimpan dendam atas kematian ayahnya, pikir Diego.&n

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   294. Menjadi Pelampiasan ++

    Senyum puas merekah lebar di bibir Laura. Ia yakin Diego akan menelan mentah-mentah semua informasi yang baru saja dikirimkannya.Sejujurnya, taktik licik ini muncul dari Kevin setelah membuat Laura murka saat tahu Freya ikut menjadi korban kecelakaan.​Kemungkinan sekarang Kevin sudah melenyapkan nyawa Zhue, dan posisi Laura aman dari kecurigaan Diego.​'Tidak percuma aku menjalin kerja sama dengan keluarga Nadia, wanita yang pernah menghancurkan hidup Freya,' batin Laura.​Setelah memastikan pesan tersebut terkirim, Laura melangkah menyusuri lorong menuju unit apartemennya.​Namun, langkah kaki itu mendadak terhenti tepat di depan pintu utama. Tiba-tiba saja perasaannya tidak enak.Laura membeku di tempat, jemarinya mendadak dingin dengan raut wajah tegang.Tatapannya tertuju pada gagang pintu yang bergerak pelan, menyadari ada seseorang yang bersiap keluar dari dalam sana.​Saat Laura memutar tubuh untuk melarikan diri, pintu apartemen itu dibuka lebar.​"Mau lari ke mana, Sayang?"

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   293. Dijadikan Kambing Hitam

    "Dokter, bagaimana keadaan istri saya? Dia baik-baik saja, kan?"Langkah kaki Diego terhenti tepat di depan pintu ruang IGD. Napasnya tersengal-sengal dengan jantung berdegup kencang tak karuan.​Di depannya, dokter spesialis emergensi yang baru saja memeriksa kondisi Freya menyunggingkan senyum hangat, menenangkan kepanikan pria tersebut.​"Kondisi istri Anda sudah stabil, Tuan Diego. Saat ini Nyonya Freya sudah sadar dan bisa segera dipindahkan ke kamar perawatan VIP."​Napas Diego tertahan sejenak. Hembusan napas lega menguar, perlahan menetralkan detak jantung yang semula tak beraturan.Ia kemudian melangkah maju, menatap ke dalam ruang IGD melalui celah pintu yang terbuka sedikit.​"Kalau boleh tahu, apa yang sebenarnya terjadi pada Istri saya, Dok?" tanya Diego dengan nada cemas. "Menurut laporan awal dari tim saya di lokasi, tidak ada luka fisik luar yang parah pada tubuh istri saya. Tapi kenapa dia bisa pingsan cukup lama? Apa terjadi benturan yang berat pada kepalanya?"​Kekh

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   292. Kenapa Jadi Begini?

    "Apa yang dikeluhkan Jegar malam ini, Tuan?"​Diego langsung menoleh saat mendengar suara lembut penuh perhatian milik Laura.Dokter cantik itu sudah berada di dalam kamar inap VIP, entah sejak kapan ia memutar gagang pintu dan melangkah masuk tanpa menimbulkan suara.​"Jegar lebih banyak tidur dari biasanya," kata Diego singkat, melangkah mundur, memberi ruang untuk Laura memeriksa kondisi anak angkatnya.​"Biar saya periksa kembali kondisi fisik Jegar," tutur Laura, merapatkan tubuh ke sisi ranjang.Tangannya mulai memeriksa selang infus, lalu dengan cekatan merogoh sebuah suntikan dan memasukkan cairan bening ke dalam kateter infus Jegar.​Kening Diego berkerut bingung menyaksikan tindakan itu. "Cairan apa itu, Dokter?"​Laura tersenyuman ramah. "Ini obat penenang khusus untuk meringankan potensi rasa sakitnya, Tuan. Jika tidak disuntikkan secara berkala, kondisi tubuh Jegar bisa mendadak drop dan kritis dalam hitungan menit."​Diego makin mengerutkan kening. "Tapi aku rasa dia tid

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   291. Mainan Baru

    "Kita berhasil mendapatkan gadis ini. Tuan Kevin pasti senang!" seru pria bertato kegirangan."Tuan berpesan untuk jangan menghabisi gadis ini. Kita bawa dia hidup-hidup untuk dijadikan mainan Tuan."Troy mengangguk paham. Ia lalu menggendong Zhue yang terkulai lemas di atas bahunya.Dengan santai, Troy melangkah masuk ke dalam vila mewah, melewati barisan penjagaan ketat para pria berpakaian preman tanpa hambatan sedikit pun.​"Tuan, gadis yang Anda minta sudah berhasil kami dapatkan," ujar Troy dengan tenang, menghampiri Kevin yang tengah bersandar santai di sofa maron ruang tengah. "Sesuai perintah dari Anda, gadis ini kami bawa dalam keadaan hidup. Dia hanya pingsan karena menghirup gas beracun."​Kevin berdiri. "Bawa dia ke kamar utama!"​"Baik, Tuan."​Troy melangkah cepat membopong Zhue menuju kamar utama di lantai dua, sementara Kevin bergegas mengekor dari belakang.Rasa penasaran yang teramat terasa membakar dada Kevin. Tak sabar ingin membuktikan ucapan anak buahnya tentang

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   7. Ciuman Panas

    "Pakai gaun malammu!"​Freya seketika membeku di tempat. Baru saja kakinya menginjak lantai kamar hotel yang mewah itu, Diego sudah memberikan perintah.Matanya tertuju pada gaun malam seksi berbahan tipis yang sudah tergeletak di atas ranjang berukuran king size.​"Emm, Paman ... sebaiknya kita me

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   3. Menerima

    "Waktumu sudah habis, kamu harus memberi jawaban sekarang!"​Freya tersentak, kedua alisnya terangkat saat mendengar desakan Diego. Ini adalah pilihan paling sulit dalam hidupnya.Apakah ia benar-benar harus merelakan dirinya menjadi boneka Diego demi sebuah pembalasan dendam?​Namun, Freya sadar s

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   2. Syarat

    [Aku menerima tawaran itu]​Dengan ujung jari yang gemetar, Freya mengetik pesan singkat itu dan mengirimkannya kepada Diego.Begitu status pesan berubah menjadi 'dibaca,' Freya segera mematikan ponselnya dan melangkah pergi meninggalkan koridor ruang kerja Dani yang terasa memuakkan.​Tidak ada ja

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   1. Meminta Bantuan

    "Paman, aku datang ke sini karena aku ingin .... "​"Aku akan membantumu, dengan satu syarat."​Kalimat Diego memutus kata-kata Freya. Mata Freya membulat sempurna. Bagaimana mungkin pria ini tahu maksud kedatangannya sebelum ia sempat mengucapkannya?Freya Xania seorang spesialis kandungan, tidak

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status