تسجيل الدخولBaru saja Diego hendak mengunci pergerakan Freya dalam pelukannya, seorang petugas gudang arsip tiba-tiba melangkah mendekat.Pelukan itu terlepas seketika. Freya berjalan cepat meninggalkan Diego untuk menghampiri si petugas."Bagaimana? Apa data yang saya minta ketemu?" tanya Freya tak sabar."Semua ada di sini, Bu Freya. Pada tahun 2001, memang ada seorang wanita bernama Nyonya Giani yang melahirkan bayi perempuan di rumah sakit ini. Nama anak itu ... Freya Xiana."Tubuh Freya seketika membeku. Dengan tangan sedikit gemetar, ia mengambil dokumen yang disodorkan dan langsung membacanya.Semua tertulis jelas, tanggal lahir, jenis kelamin, hingga nama lengkap kedua orang tuanya."Jadi benar ... aku anak kandung Mama dan Papa?" gumam Freya lirih.Ada sedikit harap dalam hati kalau semua ini hanya mimpi buruk. Selama ini, ia tidak pernah mendapatkan kasih sayang tulus dari kedua orang tua yang membesarkannya.Saat Freya melihat foto sepasang suami-istri di ruang rahasia Diego beb
"Sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu, Dokter Freya?" Lionel menatap Freya lekat, menyadari ada beban yang dipikirkan oleh teman kuliahnya.Saat masih berkuliah, Freya berteman cukup akrab dengan Lionel, salah satu mahasiswa terpintar yang berhasil mendapatkan beasiswa hingga jenjang S2.Freya hanya tersenyum kecil sambil menggeleng, berusaha menyembunyikan keluh kesahnya."Kalau kamu butuh bantuan atau sekedar teman curhat, kamu bisa menghubungi aku. Nomor teleponku masih yang lama," lanjut Lionel menawarkan bantuan."Iya, terima kasih," ucap Freya sambil menghela napas dalam. "Ngomong-ngomong, sejak kapan kamu bekerja di rumah sakit ini?" tanyanya.Lionel tersenyum. "Sebenarnya aku tidak bekerja di rumah sakit ini. Apa kamu lupa? Aku ini Dokter Bedah di rumah sakit sebelah."Kening Freya berkerut dalam. "Lalu, kenapa kamu ada di sini?" Ia menoleh ke kiri dan kanan, memperhatikan sekitar."Aku di sini mengantar Kakak iparku yang melahirkan. Kebetulan suaminya, sedang bek
Setibanya di rumah sakit bersalin terbesar di Atalia, Freya berjalan cepat menuju meja administrasi.Dengan napas terengah-engah, ia menatap petugas di depannya lalu mengatakan. "Selamat malam, Sus. Saya ingin mengecek data rekam medis persalinan pada tahun 2001," ujar Freya, mencoba menstabilkan suara yang hampir habis. "Saya butuh konfirmasi apa benar pada tahun itu, seorang wanita bernama Giani pernah melahirkan bayi perempuan di rumah sakit ini?""Maaf Bu, untuk membuka rekam medis pada tahun itu, prosedurnya harus melalui persetujuan manajemen, kepala rekam medis, atau Ibu harus membawa surat kuasa kalau itu bukan atas nama Ibu sendiri."Freya menghela napas panjang. "Saya sangat paham prosedurnya, Sus. Saya sendiri adalah Dokter Kandungan di klinik Cahaya. Justru karena ini menyangkut asal-usul kelahiran saya sendiri, saya harus memastikannya sekarang."Ia memajukan tubuhnya sedikit. "Saya hanya minta Anda mengecek apa ada rekam medis persalinan atas nama Ibu Giani di tahun 20
"Paman!" panggil Freya lirih.Santoso memilih diam membisu. Ia memutar tubuhnya, lalu melangkah menuju pintu."Kenapa Paman diam?" tanya Freya dengan suara meninggi.Santoso menghela napas panjang. Menghentikan langkah sejenak, lalu mengatakan, "Kedua orang tuamu yang sekarang adalah orang tua kandungmu, Nak."Setelah mengatakan itu, ia langsung melangkah ke luar dari apartemen, meninggalkan Freya yang terpaku dalam kebingungan dan rasa tidak percaya."Bohong!" desis Freya. "Aku yakin kalian semua merahasiakan sesuatu dariku! Aku akan mencari tahu sendiri."Freya memutar tubuh dengan cepat, melangkah mendekati sofa. Tanpa membuang waktu, ia meraih tas di atas meja lalu bergegas ke luar dari apartemen.***Restoran mewah khusus kalangan elite dibooking langsung oleh Diego untuk memanjakan lidah para klien pentingnya di acara makan malam kali ini.Suara tawa orang-orang berduit menggema, memenuhi ruangan bernuansa eksklusif itu.Namun, ada yang tidak biasa malam ini. Diego lebih
"Aku tidak akan menjauhi Paman Diego. Aku mencintai dia, dan aku percaya dia juga memiliki perasaan yang sama!" ucap Freya dengan suara lantang dan tatapan tajam ke arah Santoso.Pria paruh baya itu menghela napas panjang, menahan diri agar tidak emosi menghadapi wanita muda di depannya. "Diego bukan pria yang baik. Papi bicara seperti ini karena Papi sangat tahu sifat dan watak dia, Freya. Lagipula, usia kalian berbeda jauh. Kamu lebih pantas menjadi anaknya daripada pendamping hidupnya. Tolong, jangan keras kepala. Akhiri semua ini, Nak!"Freya menggeleng tegas. "Maaf Paman, aku bukan anakmu, dan aku sudah dewasa. Aku berhak memilih siapa yang terbaik untukku. Dan laki-laki yang Paman sebut tidak baik itu, dia selalu membuatku nyaman setiap kali aku berada di sisinya. Berbeda dengan anak Paman. Dani jahat! Dia tega mengkhianati aku dan menipuku dengan cincin berlian palsu. Bahkan apartemen ini, hanya disewa sampai pernikahan tiba. Dia berniat membuangku begitu saja dan menikahi s
Tanpa sadar senyuman tipis merekah di bibir Diego saat membayangkan ia memiliki darah daging yang lahir dari rahim Freya."Aku menginginkan sebelas anak darimu, Baby," gumam Diego, sambil menatap layar ponsel yang menampilkan wajah cantik wanitanya.Hingga mobil mewah itu tiba di tujuan, sisa senyuman yang jarang terlihat itu masih membekas di wajah sang Penguasa.Ekspresi langka tersebut langsung tertangkap oleh mata Elang para bodyguard. Yenzing tahu betul Tuan Besar-nya sedang jatuh cinta pada seorang wanita."Sepertinya suasana hati Tuan Besar sedang bagus hari ini."Bisik-bisik para anak buah Diego di barisan belakang. Mengawal ketat langkah kaki Diego menuju gedung pencakar langit.***Di apartemen, baru saja menjatuhkan tubuh di atas sofa, Freya terhenyak kaget saat mendengar suara bel berbunyi."Paman Diego?" Freya langsung menggeleng, menepis pemikiran itu. "Tidak mungkin dia datang. Yang ada di dalam pikiran laki-laki itu hanya bisnis dan uang. Wanita hanya dijadikan h
Tiba di klinik, Freya melangkah cepat memasuki ruang ganti khusus medis untuk mengenakan baju operasi steril, lalu bergegas menuju ruang tindakan utama.Di belakangnya, tiga orang Perawat senior mengekor. Salah satu Perawat memberi laporan rekam medis mengenai kondisi pasien
Jet Pribadi mewah itu akhirnya mendarat mulus di landasan pribadi keluarga Foster.Begitu pintu hidrolik terbuka, Diego melangkah turun lebih dulu. Tangan kokohnya menggenggam erat jemari lentik Freya, menuntun dengan sangat hati-hati, memastikan wanita itu aman di setiap pijakan anak tangga.Di a
Saat Freya baru saja ingin membangunkan Diego, ia tersentak kaget melihat pria itu ternyata sudah berdiri tegak tepat di belakangnya tanpa menimbulkan suara sedikit pun."Sebentar lagi pesawat kita akan mendarat. Aku ingin kamu menyaksikan sendiri bagaimana reaksi Nadia saat dia membuka kiriman pa
Setelah berhasil turun ke lantai bawah, Freya dan Farid langsung diarahkan oleh tim evakuasi menuju zona aman.Suasana di luar terlihat sangat mencekam. Puluhan mobil ambulans, armada Pemadam kebakaran, dan mobil Polisi tampak memenuhi area parkir Hotel, dengan lampu rotator yang berputar membelah







