“Ayahnya salah satu orang kepercayaan Wali kota, Sakti. Kau jangan mencari mati!”Clara langsung berbisik di telinga Sakti begitu pria itu menantang Rafael untuk menghubungi keluarganya. Wajahnya semakin cemas.Sakti menyeringai kecil.“Kau lihat saja apa yang aku lakukan. Jika kita hanya berurusan dengan anak ini, masalahnya tidak akan selesai sampai di sini.”Clara ingin membantah, tapi Rafael sudah mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.“Bawa anak buahmu ke Kafe Eksotik, Pa. Ada seseorang yang menantangmu.”Hanya itu yang diucapkan Rafael. Tanpa menunggu jawaban dari seberang, dia kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.“Sebentar lagi kau akan mampus!” oloknya.Sakti tersenyum kecil lalu menarik kursi dan duduk dengan santai. “Aku akan menunggu.”Sementara salah satu dari anak buah Rafael mendekat dan berbisik padanya.“Kenapa kita tidak langsung habisi saja dia, Bos. Jumlah kita banyak.”Rafael menggeleng. “Jangan sekarang, aku ingin melihat dia merangkak di
더 보기