Yesica mengembuskan napas yang sedikit bergetar. “Kairo, tolong lakuin aja sekarang.” Kairo memasukkan batangnya ke dalam rahim Yesica. Suara lirih dan memohon dari wanita itu pun membuatnya sulit menahan diri. Ia bergerak beberapa kali, lalu diam di posisi itu sambil berusaha keras mengendalikan diri. Yesica mendekatkan tubuhnya lebih rapat, dan Kairo merasakan rahim wanita itu bergerak halus melingkupi dirinya. “Sabar dikit lagi, Yesica.” Kairo menggeser alat yang dipegangnya, lalu menempelkan ujung benda itu di bagian tersembunyi tubuh wanita itu. Ia mendorong benda itu masuk perlahan, lalu menariknya keluar sepenuhnya sambil mengatur napas agar tetap tenang. Tubuhnya sendiri berdenyut dan ingin segera mencapai klimaks, namun ia tetap memastikan kenyamanan Yesica terlebih dahulu. Ia tidak ingin hanya memuaskan keinginannya sendiri. Alat itu masuk makin dalam, dan Yesica mengerang nikmat. Kairo mengambil alat penggetar dengan tanga
Read more