Semua staf sudah kembali ke meja kerja masing-masing, dan suasana kantor menjadi hening. Waktu makan siang telah berakhir beberapa jam sebelumnya. Yesica datang terlambat sepuluh menit, kemungkinan karena singgah ke rumahnya terlebih dahulu. Stefan belum tahu cara menjelaskan masalah Aster kepadanya, namun ia menyadari hal itu harus segera disampaikan. Dari ambang pintu ruangannya, Stefan melihat Yesica bekerja dengan fokus. Rambut pirangnya disanggul rapi, dan syal pemberiannya masih melingkar di leher gadis itu. Pemandangan itu membangkitkan hasrat dalam dirinya. Pagi ini ia sudah memesan banyak barang untuk Yesica, mulai dari pakaian dalam, gaun, rok, hingga sepatu berkualitas terbaik. Mereka hidup berkecukupan berkat kecerdasan luar biasa yang dimiliki Andree. Uang bukan masalah bagi Stefan, tetapi ia ragu bagaimana reaksi Yesica nanti. Selama ini gadis itu selalu menurut dalam urusan keintiman, namun ia memiliki harga diri tinggi dan enggan terlihat bergantu
続きを読む