Tatapan Yesica langsung tajam. Ia bukan orang lemah dan tidak akan membiarkan siapa pun meremehkannya lagi meski pernah berada di posisi tak berdaya. Sambo segera mengangkat kedua tangannya tanda menyerah. "Enggak bermaksud jahat, serius. Justru itu manis. Cewek-cewek lain di sini tuh, serem." Pikiran Yesica langsung melayang. Ia segera menegarkan diri. "Hei, melamun aja," seru Sambo sambil tersenyum. "Maaf, lagi banyak pikiran soal kerjaan dan badan juga belum fit sepenuhnya." Yesica berpura-pura batuk lagi. "Oh iya, tadi aku lihat ada sup di belanjaannya, buatlah buat kamu. Minum panas-panas pasti langsung sembuh." Saat pintu terbuka, Sambo melangkah keluar. Ia sempat menatap Yesica sejenak sebelum benar-benar pergi. "Tetap jadi cewek manis ya, Yesica." Setelah membereskan semua belanjaan, Yesica naik ke ruang kerja. Ia berusaha menyelesaikan tugas sebanyak mungkin di sisa waktu yang tersedi
続きを読む