Yesica menatapnya dengan kedua alis sedikit terangkat, seolah sedang memikirkan sesuatu.“Mending kita nyiapin papan tulis buat kamu ya,” kata Stefan, lalu diam sejenak sembari mencari cara lain yang lebih mudah. “Tunggu bentar ya, aku ambil barang sebentar.”Ia berjalan ke kamar, mengambil papan layar miliknya, dan membuka aplikasi catatan di dalamnya. Stefan memberikan benda itu beserta pena khusus untuk menulis kepada Yesica. Gadis itu menerimanya dan segera menulis sesuatu."Terima kasih."“Sama-sama dong,” jawab Stefan. Ia kemudian menggenggam tangan gadis itu dan mengajaknya berjalan ke kursi panjang di depan layar televisi. “Jadi, malam ini mau ngapain?”"Nonton film?" tulisnya sambil mengangkat papan layar agar terbaca oleh Stefan, lalu mengangkat kedua bahu seolah tidak keberatan melakukan apa saja.Stefan mengangguk setuju dan segera membuka layar penayangan film. Yesica duduk tepat di sampingnya, menarik kedua kaki ke
더 보기