"Nggak, nggak, ini nggak mungkin. Istriku, bilang padaku ini palsu! Kenapa kamu ....""Karena aku nggak ingin mengandung anakmu! Aku nggak mau punya hubungan apa pun lagi denganmu! Andrew, aku mau cerai darimu! Aku mau benar-benar memutus semua hubungan denganmu! Seumur hidupku aku nggak mau lagi melihat wajahmu! Keluar dari duniaku, pergi kamu!"Kebencian karena kehilangan anak, juga semua kepahitan selama bertahun-tahun, semuanya kuluapkan dengan teriakan.Penglihatanku menggelap, aku benar-benar kehilangan kesadaran.Saat bangun lagi, sudah tiga hari kemudian. Begitu membuka mata, yang kulihat adalah langit-langit rumah sakit yang putih menyilaukan dan bau disinfektan yang menyengat.Shani dengan lingkar mata hitam langsung menggenggam tanganku. "Windy, maaf ya, benar-benar maaf. Semua salahku yang gegabah sampai menyeretmu."Andrew duduk di kursi sambil memegangi kepala, suaranya tercekat. Melihatku bangun, matanya merah saat mempertanyakanku, "Istriku, kenapa kamu gugurin anak itu
อ่านเพิ่มเติม