Warning: Mature/Adult Content ahead. This chapter is intended for mature readers only.Ia mulai dengan lembut, menghisap ringan pada satu sisi, membuatku mendesis panjang dan melengkungkan punggung. Air mengalir di wajahku, bercampur dengan kehangatan ciumannya. "So perfect, darling," gumamnya di antara hisapan. Ia mengubah fokusnya, menjilati sekeliling putingku dengan gerakan melingkar yang lambat dan menyiksa, sebelum akhirnya ia menghisapnya dengan kuat dan penuh gairah, seolah ingin menyerap seluruh hasrat yang tersimpan di sana. Tangannya yang bebas kini meremas lembut payudaraku yang lain, sementara mulutnya bekerja dengan penuh gairah. Sensasi itu begitu kuat hingga kakiku terasa lemas, dan aku bersandar sepenuhnya pada kaca di belakangku. Aku mencengkeram bahunya, merasakan air membasahi punggungnya yang kokoh, sementara desahanku memenuhi ruangan. Althaf beralih ke sisi satunya, mengulang siklus hisapan, jilatan, dan emutan yang membuatku tak berdaya, menghantarka
Read more