Share

BBA 86

Author: Mikaelach09
last update Petsa ng paglalathala: 2026-07-09 12:22:40

Pesta ulang tahun Oma telah mencapai puncaknya menjelang senja. Acara berlangsung khidmat dan elegan di taman terbuka villa, di mana lampu-lampu remang menciptakan nuansa hangat dan mewah. Alunan musik orkestra yang lembut mengiringi setiap obrolan.

Aku berdiri di sisi Althaf. Ia mengenakan tuksedo hitam klasik dengan kemeja putih dan dasi senada, terlihat sangat gagah dan berwibawa. Sedangkan aku, mengenakan gaun malam panjang berwarna hitam dengan potongan spaghetti strap dan mermaid tail yan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • A DEAL WITH COLD PROFESSOR   BAB 93

    Langkah Althaf baru melambat saat jarak kami tinggal beberapa meter. Napasnya memburu, membelah udara pagi yang dingin. Matanya menyapu seluruh tubuhku—dari ujung rambut hingga kaki telanjangku yang terkubur pasir—seolah ingin memastikan bahwa aku masih utuh, nyata, dan tidak menghilang begitu saja.“Senjani!” Suaranya pecah, antara geram dan lega yang amat sangat. “Apa yang kamu lakukan di sini? Kenapa keluar tanpa bilang? Aku mencarimu ke seluruh villa dan kamu...”Ia menggantung kalimatnya, tidak sanggup melanjutkan karena napasnya masih tersengal. Ia berdiri tepat di depanku, menghalangi cahaya fajar yang mulai benderang. Bayangannya jatuh menimpaku, seolah tubuh tegapnya sedang melindungiku dari terpaan angin laut yang kencang.Aku mendongak menatap wajahnya. Jika dulu aku melihat tatapan ini sebagai bentuk otoritas yang menjengkelkan, kini—setelah mendengar cerita Kenaya—aku melihat hal yang berbeda. Ada ketakutan yang tulus di sana.“Ponselku mati, Mas. Aku hanya ingin mencari

  • A DEAL WITH COLD PROFESSOR   BAB 92

    Seluruh darahku seolah ditarik ke bawah. Jadi, titik terendah dalam hidupku... utang-utang yang mencekik itu... adalah pintu masuk baginya? "Dia sengaja menyebutnya pernikahan kontrak atau kesepakatan bisnis," Kenaya menjelaskan, matanya memancarkan pengertian yang dalam. "Dia itu pria yang gengsinya setinggi langit. Dia malu dan takut mengungkapkan perasaan yang begitu besar. Dia takut ditolak, atau terlihat konyol seperti remaja yang baru pertama kali jatuh cinta." Kenaya meremas jemariku, memberikan penekanan pada kalimat pamungkasnya. "Tapi yang perlu kamu tahu, Mas Althaf sangat mencintaimu. Aku yakin itu. Dia tidak pernah menatap orang lain seperti cara dia menatapmu." Aku membeku. Kepalaku pening dan segala hal yang kuyakin benar selama ini terasa runtuh. Kenyataan ini jauh lebih rumit daripada sekadar urusan bisnis. Ini adalah sandiwara cinta yang canggung dan rumit, yang dimainkan oleh seorang pria yang terlalu takut untuk jujur.

  • A DEAL WITH COLD PROFESSOR   BAB 91

    Kenaya menoleh padaku lagi. Kali ini, ia tersenyum penuh arti, bahkan ada binar geli di matanya yang membuatku semakin tidak tenang."Kesepakatan pernikahan kalian itu sebenarnya hanya akal-akalan Mas Althaf, Mbak," bisik Kenaya. Suaranya rendah, mengandung sebuah rahasia besar yang selama ini terkunci rapat.Dahiku langsung berkerut dalam. Aku mencondongkan tubuh ke depan, sepenuhnya melupakan kesedihanku barusan. Fokusku kini tersita total oleh Kenaya. "Maksud kamu apa, Ken?" tanyaku, bingung sekaligus sangat penasaran.Kenaya tertawa kecil, seolah menikmati reaksi terkejut yang ia ciptakan di wajahku. "Ya, akal-akalan. Pernikahan ini bukan sepenuhnya tentang bisnis, atau sekadar misi menyelamatkan perusahaan keluarga seperti yang selama ini dia katakan padamu, Mbak Senjani."Aku memandangnya dengan tatapan menuntut, menuntut kejujuran. "Aku semakin tidak paham maksudmu. Tolong, jelaskan saja langsung," desakku.Kenaya menghela napas, ia men

  • A DEAL WITH COLD PROFESSOR   BAB 90

    Ia menyebut nama Theresa tanpa ragu, seolah nama itu adalah topik yang sudah biasa diperbincangkan di lingkaran mereka. "Aku yakin, kamu pasti mendengar banyak hal yang menyakitkan semalam. Mas Althaf itu... dia memang tipe pria yang tidak selalu jujur tentang situasi rumit yang dihadapinya."Kenaya menjeda kalimatnya, lalu menoleh padaku dengan tatapan tulus. "Tapi, aku mau kamu tahu satu hal: aku di sini bukan untuk menghakimi atau memojokkanmu. Aku ingin menjadi temanmu, Mbak Senjani."Ia menarik napas panjang, seolah sedang menimbang-nimbang kata-kata yang tepat untuk memberitahuku rahasia yang lebih besar."Satu hal yang harus kamu tahu, Mbak. Mau dulu ataupun sekarang, Mas Althaf tidak pernah punya hubungan spesial dengan Mbak Theresa," tegas Kenaya. Namun, penekanannya pada kata 'spesial' terdengar sedikit ganjil di telingaku, seolah ada makna lain yang ia sembunyikan."Mas Althaf dan Mbak Theresa memang dekat sejak kecil. Mereka tumbuh ber

  • A DEAL WITH COLD PROFESSOR   BAB 89

    Sisa-sisa ketegangan dari konfrontasi antara Revan dan Althaf semalam terasa seperti mimpi buruk yang kabur. Ingatanku terputus pada momen Althaf menarik pergelangan tanganku, menyeretku pergi dalam keheningan yang mematikan. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada Revan setelah itu-apakah ia mengejar, atau hanya mematung melihatku dibawa pergi layaknya barang jarahan.Aku terbangun tepat saat subuh menyapa. Hal pertama yang kusadari adalah beban berat di pinggangku: lengan Althaf. Sentuhan yang biasanya menjadi dermaga tenangkku, kini terasa seperti jerat yang mencekik. Dengan napas tertahan, aku memindahkan tangannya inci demi inci. Aku harus ekstra hati-hati; aku belum siap menghadapi tatapannya saat ini.Aku tidak ingat kapan ia masuk ke kamar semalam, atau bagaimana aku bisa berakhir dalam pelukannya. Kelelahan emosional yang luar biasa telah merenggut kesadaranku tak lama setelah tiba kembali di villa.Berhasil lolos dari ranjang, aku segera meraih cardigan abu-abu yang tersampir d

  • A DEAL WITH COLD PROFESSOR   BAB 88

    “Lo pasti nggak nyaman di sana, kan, Sen?” ucapnya pelan, suaranya mengandung pemahaman yang mendalam.Ucapan itu telak. Aku langsung menoleh menatapnya. Tatapan kami bertaut selama beberapa detik, dan ia tersenyum manis. Senyum itu menghangatkanku, memberikan kenyamanan yang sangat kurindukan di tengah rasa dingin dan keterasingan ini.Aku mengalihkan tatapanku kembali ke depan dan mengangguk. “Iya, Van. Di sana menyesakkan. Gue ngerasa nggak cocok. Dunia Althaf dan gue benar-benar bertolak belakang, Van. Dunia kalian—yang penuh kemewahan, politik bisnis, dan partner yang tak terpisahkan—sangat sulit gue imbangi.”Suaraku akhirnya bergetar. Aku tidak hanya bicara soal Theresa, tapi tentang seluruh atmosfer di sana, tentang gaun mahal dan bisikan meremehkan yang kudengar.Revan menghela napas panjang, suaranya rendah. “Gue tahu, Sen.”Ia menoleh, menatapku lagi, tatapannya kini lebih tegas. “Ini bukan dunia yang pernah Lo impikan, Senjani

  • A DEAL WITH COLD PROFESSOR   BAB 10

    Revan pernah mengatakan bahwa dia memiliki perasaan lebih terhadapku. Itu terjadi tepat di awal semester perkuliahan, di sebuah sore yang biasa, ketika aku sama sekali tidak menduganya. Aku masih ingat jelas ekspresinya saat itu—tulus, hangat, dan penuh keyakinan.Awalnya aku benar-benar kaget. Tak

  • A DEAL WITH COLD PROFESSOR   BAB 9

    Tanganku reffleks meremas celemek yang kukenakan. Pandangan itu menyesakkan-melihat Althaf masuk kafe, bukan sebagai suamiku, melainkan bersama seorang wanita lain... dosen kami sendiri, Bu Yuanita.Aku mencoba menegakkan senyum ramah, menyembunyikan getaran di dada. "Silakan masuk," ucapku terbata

  • A DEAL WITH COLD PROFESSOR   BAB 8

    Setelah tiga bulan menjalani pernikahan bersama Althaf, ternyata benar seperti yang dikatakan Mbok Mirna, Althaf memang jarang sekali pulang ke rumah. Biasanya hanya dua minggu sekali, bahkan kadang sampai tiga minggu baru sekali pulang. Itupun hanya sebentar, langsung masuk ke ruang kerjanya tanpa

  • A DEAL WITH COLD PROFESSOR   BAB 7

    “Eh, gue denger kabar… Pak Althaf udah nikah.”Ucapan Revan terdengar begitu ringan, tapi bagiku seperti palu besar yang menghantam dadaku.Sendok di tanganku berhenti di udara. Mataku refleks melebar, napasku tercekat. Sejenak, suara di sekitar kafetaria seakan lenyap, hanya degup jantungku yang t

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status