Share

BAB 323

Author: Nona Mentari
last update publish date: 2026-09-05 14:28:12

Lobi utama restoran cabang empat terasa sejuk, elegan, dan semarak oleh riuh rendah percakapan para tamu VIP.

Denting gelas kristal beradu pelan dengan latar musik akustik yang lembut, menciptakan atmosfer eksklusif yang sangat terjaga.

Di atas panggung kecil yang dihiasi jajaran bunga segar, Heri berdiri tegap memegang mikrofoni.

Kemeja presisi di balik setelan jas abu-abu gelapnya membingkai postur tubuhnya yang bidang, sementara pandangan matanya yang tajam menyapu seluruh ruangan.

Karismany
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 343

    Pukul empat sore, di salah satu sudut ruangan yang terpisah oleh sekat kayu berukir, Heri duduk tenang di sofa kulit berwarna cokelat gelap.Pria matang berpostur tegap itu mengenakan kemeja abu-abu gelap berpotongan pas badan tanpa jas, menampilkan kesan santai namun tetap memancarkan wibawa pimpinan tertinggi yang dominan.Di atas meja kaca di hadapannya, tersaji secangkir kopi hitam yang belum tersentuh.Dua meter tepat di belakang kursi Heri, Maman berdiri bersedekap dada. Pria berotot kepercayaan Heri itu mengenakan kemeja kargo hitam yang membingkai badannya yang kekar.Tatapan mata Maman yang dingin dan tajam menancap lurus ke arah pintu masuk lounge, menyebarkan aura pengawalan ketat yang siap melumat ancaman apa pun.Pintu kaca lounge perlahan terbuka. Broto melangkah masuk bersama seorang pengawal pribadinya.Makelar tanah elit itu berusaha keras mempertahankan gaya berbusananya yang serba mewah, mengenakan jas buatan penjahit ternama dan jam tangan emas berkilau.Namun, ron

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 342

    Pagi harinya, Pak Ridwan—pria sepuh pemilik sah SHM murni atas lahan 800 meter persegi di samping restoran cabang empat, melangkah masuk ke dalam ruangan.Ia tidak datang sendirian. Di sampingnya, anak laki-laki tertuanya berjalan mendampingi dengan raut wajah penuh hormat.Di tangan kanan sang anak, tergenggam sebuah koper besi tua bernuansa klasik dengan engsel kuningan yang sudah sedikit memudar, menunjukkan usia benda tersebut yang sudah melintasi beberapa dekade.Heri yang semula berdiri di balik meja kerjanya langsung berbalik dan melangkah maju menyambut tamu istimewanya.Sintya dan Karin yang sejak pagi sudah berada di ruangan segera berdiri, memberikan ruang penuh penghormatan bagi pria tua yang keteguhannya sedang diuji oleh intrik makelar tanah."Selamat pagi, Pak Ridwan," sapa Heri dengan suara baritonnya yang tenang, dalam, dan sarat wibawa.Pria matang berpostur tegap itu menjabat tangan Pak Ridwan dengan hangat."Silakan duduk. Senang sekali melihat Bapak tampak lebih t

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 341

    Pukul dua dini hari, sebuah SUV hitam berhenti tanpa lampu utama di celah sempit antara dua kontainer berkarat. Mesin kendaraan matikan senyap.Maman melangkah keluar dari kabin kemudi dengan gerakan yang amat tenang dan terukur. Dua personel pengawal elit bersetelan taktis gelap mengikutinya dari belakang, bergerak presisi tanpa menimbulkan bunyi gesekan sekecil apa pun.Maman merapikan sarung tangan kulit hitamnya, menatap pendar lampu pijar redup dari balik jendela lantai dua kantor lapangan pergudangan."Bawa pemotong rantai," pungkas Maman pendek. "Kita masuk lewat pintu samping. Jangan ada yang berisik."Kedua pengawal elit mengangguk mantap.Operasi malam ini bukan sekadar penertiban biasa, melainkan aksi potong jalur untuk melumpuhkan saraf operasional lapangan milik Broto sebelum mereka sempat merencanakan serangan teror berikutnya.Rantai besi pengunci pintu samping terpotong tanpa suara berarti.Maman memimpin jalan membelah koridor sempit pergudangan yang dipenuhi tumpukan

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 340

    Di pelataran gedung, Maman berdiri bersedekap dada di samping SUV hitam masif milik Heri Utama.Pria berotot itu mengamati situasi sekeliling dengan cermat, menembus keremangan malam yang dipenuhi bayangan dedaunan basah.Usai insiden teror kaleng cat di restoran cabang empat dan percobaan penyogokan di basement, Maman mengambil keputusan taktis untuk memperketat protokol pengawalan tim inti."Malam ini kamu yang bawa mobil, Heri. Biar kamu yang antar Karin langsung ke apartemennya," ujar Maman saat Heri dan Karin melangkah keluar dari lobi utama.Suara baritonnya yang serak dan berat mengalun tenang namun penuh penekanan."Tim sekunder bakal ikut di belakang pake sedan putih. Aku nggak mau ada cecurutnya Broto yang coba-coba cegat Karin di jalanan sepi."Heri menatap Maman sejenak, lalu mengangguk tipis setuju. "Bagus. Pastikan tim sekunder jaga jarak aman."

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 339

    Pagi harinya, Karin berdiri tegap di ujung meja rapat, memegang kendali penuh atas presentasi analisis forensik digitalnya.Penampilannya tampak sangat elegan dengan kemeja blazer bernuansa biru gelap yang membingkai postur tubuhnya dengan pas.Jemari lentiknya bergerak lincah menekan tombol pada tetikus nirkabel, menampilkan diagram alur transaksi keuangan yang meliuk-liuk di atas layar proyektor besar.Di hadapannya, Heri Utama duduk tenang di kursi kepemimpinan.Pria matang berpostur tegap itu mendengarkan dengan kecermatan tinggi, menopang dagunya dengan tangan kanan sementara mata baritonnya menancap lurus pada deretan angka nominal di layar.Di samping Heri, Sintya duduk anggun memegang pena eksklusifnya, siap mencatatkan setiap detail temuan hukum yang valid untuk memperkuat konstruksi gugatan mereka."Selama tiga hari terakhir, aku dan tim audit forensik internal menelusuri delapan belas la

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 338

    Pukul delapan pagi, di atas meja kayu mahoni yang meliuk panjang, ratusan lembar dokumen tua beraroma khas kertas lapuk terhampar rapi.Lembaran-lembaran akta tanah fisik bernuansa kecokelatan dari tahun 1980-an milik keluarga Pak Ridwan tersusun cermat di bawah jepitan berkas besi.Sintya duduk anggun di ujung meja konferensi. Setelan kemeja sutra berwarna krem dan rok pensil gelap membingkai postur tubuhnya yang proporsional dan penuh wibawa.Jemari lentiknya yang terawat dengan cat kuku bening bergerak telaten membalik lembar demi lembar warkah tanah tua, mencermati tiap guratan tinta ejaan lama serta segel meterai tempel masa lalu.Di sebelah kirinya, Pak Ridwan duduk dengan napas yang tertahan, matanya yang mulai mengerut dimakan usia menatap cemas ke arah berkas-berkas warisan leluhurnya.Sementara di sisi kanan meja, dua pengacara senior bersetelan jas gelap sibuk mencatat poin-poin krusial di buku catatan hukum mereka.

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 7

    Satu jam kemudian, Karin baru saja pergi dengan tawa renyah yang masih terngiang di telinga Heri. Pria itu segera bergegas ke wastafel, berniat mencuci piring dan gelas sisa sarapan tadi agar punya alasan untuk segera keluar dari rumah yang suasananya semakin gerah itu. Namun, baru saja ia menyabun

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 6

    “Nih, makan. Anggap aja bonus karena kamu nggak becus kerja kalau perut kosong. Jangan pikir aku lagi perhatian, ini cuma supaya kamu nggak pingsan pas jaga,” ketus Sintya dengan nada yang amat gengsi.Heri yang baru saja hendak melangkah keluar dari dapur saat Sintya menyodorkan secangkir kopi hit

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 5

    Pagi itu, udara masih lembap sisa hujan semalam. Heri berada di dalam pos keamanan yang sempit, melepas seragamnya yang bau keringat dan apek. Saat ia baru saja menyampirkan handuk di bahu, memperlihatkan dada bidangnya yang cokelat legam dengan otot-otot perut yang keras dan padat, pintu pos terbu

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 4

    Jam menunjukkan pukul dua pagi. Hujan di luar bukannya mereda, justru semakin menggila. Suara angin yang menghantam atap rumah elit itu terdengar seperti raungan binatang buas. Heri masih terjaga di sofa, berusaha memejamkan mata namun gagal total. Pikirannya masih kacau, antara bayangan kemolekan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status