Sementara itu, di mansion megah milik Javendra, suasana di area belakang tidak kalah gempar. Televisi di ruang istirahat para pelayan sedang menayangkan berita yang sama. Beberapa pelayan tampak berkumpul di depan layar kaca sambil berbisik-bisik heboh. "Astaga, aku benar-benar tidak menyangka," ujar Juwita sambil melipat kedua tangannya di dada. "Tuan Javendra keliatannya dingin dan lurus-lurus saja, ternyata bisa main belakang juga dari Nona Claudia." Bi Surti yang sedang mengelap meja hanya tersenyum tipis, seolah tidak heran. "Halah, Juwita, hal kayak begitu sudah biasa di kalangan orang kaya seperti Tuan Javendra. Uang mereka banyak, godaan di luar juga besar. Lagipula, belum tentu juga Nona Claudia itu polos. Pasti di belakang Tuan, Nona Claudia juga punya simpanan lain." Juwita langsung tertawa renyah mendengar ucapan Bi Surti. "Benar juga sih, Bi. Mereka kan dijodohkan demi bisnis, jadi tidak aneh kalau aslinya sama-sama cari hiburan di luar." Pelayan-pelayan lain yan
Read more