Home / Romansa / Pelayan Kesayangan CEO Arogan / Bab 217 - Rencana Javendra

Share

Bab 217 - Rencana Javendra

Author: Apple Cherry
last update publish date: 2026-07-04 00:24:02

Sementara itu, di koridor sebuah rumah sakit, suasana tampak begitu mencekam. Miranda, ibu Claudia, berjalan mondar-mandir dengan wajah pucat pasi dan raut panik yang tidak bisa disembunyikan. Tangannya yang gemetar hebat sibuk menempelkan ponsel ke telinga, mencoba menghubungi suaminya.

Begitu panggilan tersambung, Miranda langsung berbicara dengan suara setengah berbisik namun penuh penekanan. "Halo, Papi? Papi di mana sekarang?"

Di seberang telepon, terdengar suara berat Darmawan yang terd
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 482 - Boleh, Sayang?

    Uap hangat membumbung perlahan dari bilik mandi berdinding kaca buram. Gemericik air dari pancuran jatuh membasahi lantai marmer, beradu dengan aroma minyak lavender yang menyeruak lembut di seluruh ruangan. Javendra berdiri di hadapan Sasa, menatap lekat wajah istrinya di bawah remang lampu kamar mandi. Jemari kekarnya terangkat pelan, mengusap lembut helai rambut Sasa yang agak basah, lalu membelai pipinya yang mulus dengan ibu jari. "Kamu cantik sekali malam ini, Sasa," bisik Javendra dengan suara berat dan hangat. Pandangan matanya begitu dalam, menelusuri setiap inci paras anggun wanita di depannya. "Wajahmu kelihatan sangat lelah, tapi tidak pernah berkurang cantiknya." Sasa tersenyum tipis, merona pelan di bawah tatapan memuja suaminya. "Mas Javen bisa saja..." "Mas serius, Sayang," potong Javendra lembut. Tangan pria itu bergerak menyusuri bahu Sasa, merengkuh pinggangnya pelan. "Tubuhmu tegang sekali dari tadi. Mau Mas bantu pijat sebentar supaya rileks?" Sasa menga

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 481 - Suamiku Sangat Keren

    "Helena terkenal sangat licik dan tidak ragu menggunakan cara kotor demi mengamankan posisinya, Tuan," peringat Bram lugas. "Dia menganggap keberadaan Nona Sasa sebagai ancaman langsung bagi reputasi dan hak waris tunggal putranya, Kenzo." Javendra terkekeh pelan, sebuah kekehan dingin tanpa humor sedikit pun. "Biarkan wanita tua itu melacak apa pun yang dia mau. Tapi pastikan dia paham batas wilayahnya." Javendra tegak berdiri, menatap Bram dengan pandangan tajam penuh komando. "Perketat penjagaan di seluruh area Mansion Maheswara mulai detik ini," perintah Javendra tanpa ragu. "Tambah personel pengawal di pintu masuk, area privat, sampai tim medis yang merawat Bu Andini. Saya tidak mau ada lalat asing yang lolos masuk, sekecil apa pun itu." "Baik, Tuan Javen. Instruksi akan langsung dilaksanakan," jawab Bram tegas. "Bagaimana dengan pengawalan Nona Sasa jika harus keluar mansion?" "Gandakan tim pengawal rahasia," sahut Javendra cepat. "Setiap kali Sasa melangkah keluar dari ger

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 480 - Menyentuh Milik Javendra

    Suara deru mesin mobil mewah bergema lirih saat deretan kendaraan hitam memasuki halaman luas Mansion Maheswara. Lampu sorot gerbang memantulkan kilau basah di atas aspal setelah hujan tipis mengguyur Jakarta. Begitu mobil berhenti tepat di depan tangga utama, pintu penumpang langsung dibuka oleh pengawal berseragam gelap. Javendra melangkah keluar lebih dulu. Sikap tubuhnya tegap, mengusarkan aura dominasi yang tenang namun pekat. Pria itu berbalik dan mengulurkan telapak tangannya ke dalam mobil, menyambut jemari Sasa dengan lembut untuk membantunya turun. Wajah Sasa masih menyiratkan kelelahan fisik dan mental yang amat sangat. Lingkar hitam tipis berbayang di bawah matanya, sementara pandangannya langsung tertuju ke arah sayap timur mansion, tempat Bu Andini dirawat. "Tenang," bisik Javendra pelan, meremas jemari Sasa untuk memberi kepastian. "Kita sudah di rumah." Belum sempat Sasa melangkah lebih jauh menuju pintu utama, Bram sudah berdiri menunggunya dengan dokumen tipis di

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 479 - Menyangkal Fakta

    "Keluar dari kamar saya, Helena," potong Kenzo dingin, memutus keterpaksaan ibunya yang membisu. Tangannya menunjuk lurus ke arah pintu yang terbuka lebar. "Saya tidak punya waktu lagi untuk mendengarkan omong kosong Anda." Helena berusaha menguasai diri, membusungkan dadanya kembali meski bibirnya masih sedikit gemetar. "Kamu belum menjawab pertanyaan saya, Kenzo! Kenapa kamu begitu sengit membela perempuan itu? Dia anak dari selingkuhan papamu!" Kenzo menyunggingkan senyum remeh, menatap ibunya penuh cemoohan. "Saran saya, buang jauh-jauh pikiran busuk Anda untuk mencelakai istri Javendra." Mata Helena membelalak mendengarnya. "Istri Javendra? Jadi perempuan itu..." "Ya. Dia sudah dipersunting Javendra," sela Kenzo cepat, memotong ucapan Helena tanpa penyesalan. "Anda pikir Anda bisa menyentuhnya begitu saja? Jangan mimpi. Anda bukan lawan yang sepadan untuk Javendra. Satu jengkal saja Anda mencoba bermain gila padanya, Javendra akan meratakan seluruh sisa hidup Anda sampai ta

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 478 - Kemarahan Kenzo

    Langkah kaki Aldebaran terdengar berat menyusuri lorong berlantai marmer. Pria tua itu keluar dari ruang kerja yang hancur berantakan dengan wajah pucat dan garis-garis kelelahan yang semakin jelas tercetak di pelipisnya. Ia memijat pangkal hidungnya pelan, menghentikan langkah tepat di samping Helena yang masih berdiri mematung di depan pintu kamar Kenzo. Aldebaran melirik istrinya dari sudut mata, menatap dingin tanpa ada sisa kehangatan sedikit pun. "Urus anakmu, Helena," ucap Aldebaran, suaranya berat, dalam, dan dipenuhi penyesalan yang tertahan. "Kepalaku sakit seperti mau pecah menghadapi ulahnya." Tanpa menunggu balasan dari Helena, Aldebaran melanjutkan langkahnya, meninggalkan koridor lantai dua tanpa sekali pun menoleh ke belakang. Helena mengepalkan jarinya rapat-rapat, mengusir rasa panas yang membakar dadanya akibat sikap dingin suaminya. Setelah menghela napas panjang untuk menguasai emosi, wanita itu berbalik dan mendorong pintu kamar Kenzo tanpa mengetuk terlebih

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 477 - Skandal keluarga Aldebaran

    Aroma alkohol pekat yang memenuhi ruang kerja bercampur tajam dengan wangi parfum mahal beraroma mawar hitam. Helena berdiri tegak di ambang pintu, jemarinya yang terawat rapi mencengkeram erat gagang tas mewahnya. Tatapannya menusuk tajam pada pecahan kaca, kertas-kertas yang berserakan, dan putranya yang berdiri menyandar lemas di tepi meja. "Apa-apaan semua ini, Kenzo?" suara Helena meluncur dingin, tanpa nada kehangatan sedikit pun. "Kamu menghancurkan ruangan papamu dan mabuk-mabukan seperti orang tidak berpendidikan?" Kenzo terkekeh pelan. Ia mengangkat wajahnya lambat-lambat, menatap wanita di depannya dengan pandangan kabur namun sarat akan cemoohan. Pria itu menyeka sudut bibirnya yang basah oleh cairan alkohol menggunakan punggung tangan. "Lihat siapa yang datang," ucap Kenzo, suaranya berat dan serak. "Nyonya Helena Pratama akhirnya ingat jalan pulang setelah bertahun-tahun sibuk dengan dunianya sendiri." Helena melangkah masuk, mengabaikan pecahan porselen yang berderi

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 1 - Salah Pegang Milik Majikan

    "Ahhh Tuan Javen, hentikan, uhh," Sasa mengeluarkan desahan pasrah yang bergetar dari bibirnya, sementara remasan tangan Javendra di dadanya justru semakin kuat. Javendra tidak lagi hanya diam menunggu. Saat Sasa bergerak naik dan turun dengan kaku, Javendra justru menarik pinggang Sasa agar tu

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 7 - Kondisi Yang Mendesak di Tengah Transaksi

    Sasa membeku. Kata-kata Javendra terasa seperti petir yang menyambar tepat di kepalanya. Dadanya naik turun dengan cepat. Wajahnya memanas sampai ke telinga. "Tuan..." suaranya keluar sangat kecil, hampir hilang. "Itu ... itu bukan pijat, Tuan." Javendra tetap tenang. Matanya tidak lepas dari wa

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 6 - Gunakan Dadamu Yang Seksi Itu

    Sasa meneguk ludah. Kata-kata Javendra terdengar sangat jelas di tengah keheningan kamar yang hanya diisi napas mereka berdua. Ia masih berlutut di ranjang, tangannya yang sudah lelah tergeletak di pangkuannya. "T-Tuan Javen mau saya ngapain, Tuan?" tanyanya hampir berbisik. Suaranya bergeta

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 5 - Pijatan Plus Plus

    Sasa menarik napas perlahan, mencoba mengumpulkan keberanian. "Tuan Javen, saya—" Tapi begitu Javendra mengangkat pandangannya dan menatapnya lekat, kata-kata Sasa langsung hilang. Ia ragu sejenak, lalu menggeleng pelan. "Tidak jadi, Tuan," katanya cepat, suaranya hampir hilang. Javendra mel

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status