Sasa membuka matanya perlahan dengan tatapan sayu yang begitu menggoda, tepat saat jemari panjang Javendra mulai menyelinap masuk ke balik pakaian dalam Sasa yang paling intim. Sentuhan pertama di pusat sensitifnya langsung membuat Sasa memekik tertahan, meremas kemeja Javendra hingga jemarinya memutih akibat sensasi panas yang langsung menjalar ke seluruh tubuhnya. "Kenapa? Wajahmu sangat merah, Sasa." "S-Saya..." "Ya, katakan, atau aku sebaiknya berhenti saja?" Sasa menggeleng, dan Javendra tau dia sudah menang. "Kenapa, tidak mau aku berhenti?" "Tuan... sentuh saya," lirih Sasa, suaranya terdengar sayu dengan napas yang mulai tidak beraturan. Javendra terkekeh rendah. "Katakan dengan jelas, Sasa. Di bagian mana yang kamu inginkan?" bisik Javendra, sengaja menggoda dengan menahan pergerakannya di atas tubuh wanita itu. Sasa tidak menjawab, dia hanya mampu meloloskan lenguhan halus saat telapak tangan hangat Javendra bergerak naik, menyusup ke balik bra yang sudah s
اقرأ المزيد