"Mas Javendra, Mas yakin nggak mau ambil cuti dulu. Kata dokter Mas butuh lebih banyak istirahat," kata Sasa sambil membantu Javendra mengenakan dasi. Javendra tersenyum, lalu menarik pinggang Sasa ke pelukannya hingga keduanya kini tidak lagi berjarak sama sekali. "Boleh juga, tapi kamu temani aku di kamar 24 jam nyonya, bagaimana?" Sasa melotot lalu mendorong pelan dada bidang sang suami. "Hentikan Mas, aku lelah menenangkan kamu setiap malam hanya karna mimpi buruk, kamu melakukannya seolah tidak kehabisan tenaga." Javendra menghela napas, "Kamu lelah?" Sasa terdiam beberapa saat sebelum akhirnya terkekeh. "Jangan tersinggung begitu, Sayangku. Aku tidak selemah itu." Javendra tersenyum lalu menarik Sasa ke pelukannya. "Sumpah aku memang sangat takut kehilangan kamu, Sayang." Sasa mengelus punggung sang suami lalu berkata pelan. "Jangan takut, aku takkan pergi kemanapun. Paling siang ini aku izin ke rumah sakit, mau jenguk ibu, boleh?" Javendra menatap istrinya,
اقرأ المزيد