Teilen

Bab 83

last update Veröffentlichungsdatum: 13.06.2026 21:11:17

Laticia melangkah keluar dari aula tanpa menoleh sedikit pun.

Pintu besar di belakangnya tertutup perlahan, meredam suara musik dan bisik-bisik para bangsawan yang sejak tadi memenuhi ruangan.

Namun meski jaraknya semakin jauh, ia masih bisa membayangkan tatapan mereka. Tatapan penasaran. Kasihan. Menunggu apakah sang ratu akhirnya akan menangis setelah dipermalukan di depan seluruh kekaisaran.

Lucunya, Laticia justru merasa terlalu lelah untuk menangis.

Langkahnya tetap tenang melewati lorong
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 105

    Seluruh aula terdiam.Ucapan Zion barusan menggantung di udara, berat dan tajam, seperti bilah tipis yang baru saja menggores sesuatu yang tak terlihat. Tak seorang pun bergerak. Bahkan para pejabat yang sejak tadi saling berbisik kini hanya bisa diam, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.Carsein menatap Zion dari kursi kekaisarannya dengan tatapannya yang dingin sekali sampai beberapa orang yang duduk di dekat Zion ikut menegang, seolah tekanan itu ikut menjalar ke seluruh ruangan.Lalu, dengan suara rendah yang tertahan, Carsein akhirnya berbicara.“Duke.”Satu kata itu saja sudah cukup membuat suasana semakin berat.“Jadi kau setuju melempar adikmu sendiri ke Utara... dan pada saat yang sama mendukung wanita lain di sisiku?” Nada suaranya tenang.Beberapa pejabat menunduk. Sebagian menahan napas. Pertanyaan itu jelas bukan sekadar pertanyaan. Itu tuduhan dan tekanan. Serta sedikit ancaman yang dibungkus dengan formalitas.Zion tetap duduk dengan tenang, punggungnya tegak, wa

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 104

    Seorang pejabat senior akhirnya angkat bicara, suaranya terdengar lebih hati-hati dibanding sebelumnya, seolah mencoba meredakan arah pembicaraan yang mulai memanas.“Yang Mulia... baik Anda maupun Yang Mulia Kaisar tidak perlu langsung menuju Utara.”Ucapan itu membuat beberapa pejabat lain segera mengangguk setuju.“Benar,” sahut yang lain cepat. “Di sana sudah ada Yang Mulia Grand Duke. Beliau lebih dari cukup untuk menangani situasi di wilayah itu.”Suasana rapat kembali dipenuhi gumaman setuju. Bagi mereka, itu adalah jalan paling aman, semua urusan berbahaya diserahkan pada orang yang memang terbiasa hidup di garis depan.Laticia mendengarkan semuanya tanpa menyela. Ia hanya menghela napas pelan, matanya jatuh pada peta Utara yang terbuka di atas meja. Lalu Laticia mengangkat wajah.Tatapannya tenang, tetapi cukup tajam untuk membuat beberapa orang yang tadi berbicara menundukkan kepala tanpa sadar.“Sudah terlalu lama Utara diabaikan,” katanya akhirnya, suaranya datar namun

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 103

    “Apa keadaannya sekacau itu?” tanya Laticia akhirnya, suaranya tenang, nyaris terlalu tenang untuk situasi seperti ini.Carsein mengatupkan bibirnya sejenak, seolah sedang menimbang apakah ia harus mengatakan semuanya sekarang. “Pemberontak dari Kekaisaran Bar menyusup ke wilayah Utara.”Kalimat itu jatuh di antara mereka seperti batu yang dilempar ke permukaan air tenang menciptakan gelombang yang tak terlihat, tetapi cukup untuk mengubah segalanya.Laticia tidak segera menjawab.Tatapannya tetap lurus pada Carsein, tetapi pikirannya bergerak cepat. Dan apa yang diucapkan Carsein adalah sesuatu yang sebetulnya ia sendiri tahu. Namun yang tidak diketahui Carsein adalah apapun yang terjadi di utara tidak pernah berada di bawah kendalinya.Carsein memperhatikan perubahan kecil di wajah Laticia, bagaimana mata wanita itu menjadi lebih dalam, lebih dingin, seolah sedang menghitung sesuatu di dalam kepalanya. Ia ingin mengatakan bahwa semuanya akan ditangani tanpa perlu dirinya terlibat,

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 102

    Lereg tidak langsung menjawab.Setelah permintaan itu keluar dari bibir Laticia, ruangan mendadak terasa jauh lebih sunyi. Tatapan pria itu tertahan padanya, tajam dan dalam, seolah sedang menimbang bukan hanya kata-katanya, tetapi juga perubahan yang kini berdiri di hadapannya.Laticia membiarkan keheningan itu beberapa saat sebelum akhirnya kembali bicara, suaranya tetap tenang.“Itulah mengapa Anda harus pergi lebih dulu.”Sudut bibir Lereg bergerak samar, membentuk senyum tipis yang sulit ditebak artinya.“Apa sekarang Anda sedang memintaku memberontak secara langsung?”Nada suaranya terdengar ringan, tetapi makna di baliknya jelas, tapi Laticia tidak terpengaruh. Ia hanya menyandarkan tubuhnya sedikit ke sofa, menatap lurus ke arah pria itu.“Tidak perlu,” jawabnya datar. “Aku hanya ingin Anda lebih dulu sampai di Utara. Apa pun alasannya.”Lereg mengangkat alis tipis. “Tapi kau memintaku membunuh mereka.”Laticia memiringkan kepala sedikit, seolah itu bukan hal yang perlu diperd

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 101

    Melisa menunduk dalam, memahami bahwa pertemuan itu bukan sekadar percakapan biasa.“Baik, Yang Mulia.”Tanpa mengatakan apa-apa lagi, Laticia melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan. Gaunnya bergesekan pelan di atas lantai marmer, langkahnya terdengar mantap meski tubuhnya belum sepenuhnya pulih.Saat pengawal membuka pintu ruang tamu, Laticia tidak langsung melangkah masuk. Ia berhenti di ambang pintu, tatapannya menyapu ruangan itu lebih dulu sebelum akhirnya jatuh pada sosok yang sudah menunggunya di dalam. Namun sebelum benar-benar masuk, ia menoleh pada para pengawal yang berjaga di sisi pintu.“Pergilah. Kosongkan tempat ini.”Perintahnya singkat, tetapi cukup membuat kedua pengawal itu segera menunduk.“Baik, Yang Mulia.”Mereka mundur tanpa bertanya, menutup pintu perlahan setelah Laticia melangkah masuk. Suasana di dalam ruangan itu langsung berubah sunyi. Hanya ada dirinya dan Lereg.Pria itu, yang sejak tadi duduk menunggu, langsung berdiri begitu melihatnya. Ia memberi

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 100

    Carsein tampak ingin mengatakan sesuatu, tetapi urung. Bibirnya sempat terbuka, lalu tertutup kembali tanpa suara. Keraguan seperti itu jarang terlihat pada dirinya, dan justru karena itulah Laticia bisa menangkapnya dengan jelas.Ia tahu Carsein ingin menahan kepergiannya, ingin membantah, atau setidaknya memaksanya mengubah keputusan. Namun ia juga tahu lelaki itu tidak bisa melakukannya. Tidak setelah malam sebelumnya ia sendiri yang berjanji akan memberikan apa pun yang Laticia inginkan.Janji itu kini menjadi rantai bagi dirinya sendiri.Laticia mengangkat pandangannya dari dokumen di atas meja, menatap Carsein yang masih berdiri di hadapannya dengan wajah tegang. Tidak ada lagi sisa kehangatan yang dulu selalu muncul setiap kali ia melihat lelaki itu. Semua yang tersisa hanyalah ketenangan yang dingin, ketenangan yang justru terasa lebih tajam daripada kemarahan.“Ada lagi yang ingin kau katakan?” tanyanya pelan.Carsein terdiam beberapa saat. Tatapannya turun sejenak, lalu kemb

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 10

    Malam telah datang sejak lama.Di dalam Istana Ratu, sebagian besar lampu sudah dipadamkan. Hanya beberapa lilin yang masih menyala redup, membuat bayangan samar menari di dinding kamar yang luas.Namun Carsein belum datang.Laticia duduk diam di dekat jendela sambil memegang perutnya pelan. Tatapa

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 9

    Deg.Pricilla terlihat sedikit tertegun mendengar ucapan Laticia tadi.Wanita itu berdiri kaku sambil memegang nampan makanan di tangannya, sementara mata indahnya perlahan memerah seperti orang yang sedang menahan malu.Namun Laticia tidak lagi tertarik melihat ekspresi itu.Dulu mungkin ia akan m

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 8

    Wajah Pricilla langsung memucat.“Yang Mulia!” suaranya sedikit meninggi karena terkejut. “Saya tidak mungkin melakukan hal seperti itu!”“Benarkah?”Laticia tersenyum tipis. Tatapannya tetap lurus menatap wanita di hadapannya tanpa berkedip sedikit pun.“Kalau begitu,” suaranya berubah semakin pela

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 6

    “Laticia, kau—”Suara Carsein hampir meledak. Namun lelaki itu langsung menahan dirinya sebelum emosinya benar-benar lepas di depan Lereg. Rahangnya mengeras kuat, sementara tatapan mata birunya berubah semakin gelap.Ia sadar Lereg masih berada di sana.Dan sebagai seorang kaisar, harga dirinya tid

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status