Share

Bab 89

Author: Lalapoo
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-15 20:09:11

Saat Laticia menyelesaikan pekerjaan terakhirnya malam itu, langit di luar jendela sudah berubah gelap sepenuhnya. Cahaya lampu dinding mulai menerangi koridor istana dengan warna keemasan yang hangat, sementara suasana di dalam istana perlahan menjadi lebih sunyi dibanding siang hari.

Sebagian besar bangsawan sudah kembali ke kediaman mereka masing-masing, menyisakan para pelayan dan ksatria yang masih berjaga di sepanjang lorong.

Laticia menutup dokumen di hadapannya perlahan sebelum bangkit
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 207

    Ekspresi Laticia yang sejak tadi terlihat lelah berubah. Ada sedikit kelegaan yang muncul di matanya.“Lereg?”“Benar, Yang Mulia.”Laticia menutup dokumen di hadapannya. “Di mana dia?”“Beliau sedang menunggu di luar. Sepertinya baru saja tiba dari kediamannya.”Laticia mengangguk kecil. Ia kemudian berdiri dari kursinya dan merapikan gaunnya.“Kalau begitu, suruh dia masuk.”Melisa tersenyum tipis sebelum membungkuk dan berjalan menuju pintu. Namun sebelum benar-benar keluar, ia sempat menoleh kepada Laticia.“Yang Mulia terlihat lebih tenang setelah mendengar Grand Duke datang.”Laticia mengangkat alis.“Benarkah?”Melisa segera menundukkan kepala, menyembunyikan senyum kecilnya.“Saya hanya mengatakan apa yang saya lihat.”Laticia terkekeh pelan.“Jangan terlalu banyak mengamati.”“Baik, Yang Mulia.”Melisa kemudian membuka pintu dan keheningan kembali terasa.Laticia baru saja selesai merapikan beberapa dokumen ketika pintu ruangannya kembali terbuka. Melisa yang berdiri di dekat

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 206

    Laticia tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia hanya mengambil sarung tangannya dari meja dan memasangnya dengan tenang.Sementara Carsein masih duduk di tepi ranjang, mencoba mengingat kembali malam yang terasa begitu kabur itu. Ia tidak tahu bahwa di hadapannya berdiri seseorang yang sejak awal tidak pernah menyentuh wine sedikit pun. Dan Laticia tentu tidak memiliki niat untuk memberitahunya.Sepanjang hari itu, Carsein tidak bisa benar-benar memusatkan pikirannya pada apa pun. Bahkan ketika ia duduk bersama Laticia untuk memeriksa laporan keuangan kekaisaran, pikirannya berkali-kali kembali pada kejadian malam sebelumnya. Ia masih mengingat bagaimana mereka duduk berdua, berbicara cukup lama, lalu minum wine sambil membicarakan banyak hal yang sudah lama tidak pernah mereka bicarakan. Namun semakin keras ia berusaha mengingat bagian akhir malam itu, semakin kabur ingatannya.Yang membuatnya semakin bingung adalah sikap Laticia.Perempuan itu sama sekali tidak terlihat berbeda.Sejak pa

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 205

    Laticia terdiam dalam pelukannya.Dahulu, mungkin kalimat itu akan membuat hatinya bergetar. Dahulu, pelukan Carsein masih terasa seperti tempat untuk pulang.Tetapi sekarang semuanya terasa berbeda.Yang tersisa hanyalah ingatan tentang seorang pria yang pernah menjadi suaminya dan seorang wanita yang telah terlalu lama memaksakan dirinya untuk tetap bertahan di sisinya.Laticia kemudian tersenyum tipis.“Benarkah?”Carsein mengeratkan pelukannya.“Ya.”Laticia menatap botol anggur yang berada di atas meja, malam itu ia merasa bahwa segelas anggur mungkin jauh lebih mudah dihadapi daripada percakapan yang sebenarnya ingin dilakukan Carsein.Dan ia belum tahu, apakah malam ini akan berakhir dengan tenang atau justru membuka kembali luka yang selama ini berusaha ia tutup.Carsein masih memeluk Laticia ketika perempuan itu akhirnya menyadari posisi mereka. Tanpa mengatakan apa-apa, Laticia perlahan melepaskan tangan Carsein dari pinggangnya dan mengambil jarak. Gerakannya begitu halus,

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 204

    Carsein masih menatap punggung Laticia yang berdiri di dekat jendela. Hanya mereka berdua yang tersisa, dengan jarak yang terasa jauh meskipun Laticia berdiri tidak terlalu jauh darinya.“Bagaimanapun, kekaisaran sedang membutuhkan mereka,” ujar Carsein akhirnya. Suaranya terdengar lebih rendah daripada biasanya. “Aku tidak bisa mengambil risiko membuat mereka menarik kembali bantuan hanya karena pertengkaran antara kau dan mereka.”Laticia perlahan berbalik. Tatapannya jatuh kepada Carsein tanpa sedikit pun tanda terkejut.“Benar.”Jawaban singkat itu justru membuat Carsein terdiam sesaat. Ia sempat mengira Laticia akan menyalahkannya karena membiarkan orang-orang tadi berbicara sesuka hati kepadanya. Namun perempuan itu tampaknya sudah memahami alasan di balik keputusannya bahkan sebelum ia menjelaskannya.Carsein menghela napas.“Tapi jangan salah paham. Aku tidak setuju dengan apa yang mereka katakan kepadamu.”Laticia menarik sudut bibirnya.“Aku tahu.”“Kau benar-benar tidak mar

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 203

    Salah seorang bangsawan yang sejak tadi terlihat tidak puas akhirnya kembali angkat bicara. Nada suaranya kali ini terdengar lebih tegas, seolah ingin mengingatkan Laticia bahwa kedudukannya sebagai ratu tidak membuatnya bebas mengabaikan keadaan yang sedang dihadapi kekaisaran.“Yang Mulia Ratu sepertinya melupakan satu hal. Dalam keadaan seperti sekarang, kekaisaran tidak memiliki banyak pilihan. Persediaan pangan berkurang, kas kekaisaran mengalami masalah, dan banyak wilayah membutuhkan bantuan. Pada akhirnya, kekaisaran harus bergantung kepada kami.”Laticia menatap pria itu cukup lama. Tidak ada kemarahan di wajahnya. Bahkan, perlahan sudut bibirnya justru terangkat membentuk senyum tipis yang membuat beberapa orang mulai merasa tidak nyaman.“Bergantung kepada kalian?”“Benar, Yang Mulia.”Laticia mengangguk pelan. Ia kemudian melirik sekilas kepada Carsein yang masih duduk tenang di tempatnya sebelum kembali menatap para bangsawan tersebut.“Kalau begitu, kalian seharusnya mer

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 202

    Tidak ada yang langsung menjawab. Wajah beberapa bangsawan berubah. Carsein yang sejak tadi hanya diam pun perlahan mengangkat pandangan. Ia menatap Laticia dengan ekspresi sulit dibaca.Semua orang di ruangan itu memahami maksud perkataannya.Seorang selir memang berada di sisi Kaisar, tetapi kedudukannya tidak pernah setara dengan seorang istri sah. Bahkan dalam tatanan istana, seorang selir tidak memiliki hak yang sama seperti seorang ratu. Mereka ada karena kehendak Kaisar dan dapat kehilangan kedudukannya kapan saja.Namun mengatakannya secara terang-terangan di hadapan semua orang adalah persoalan berbeda.“Yang Mulia Ratu,” salah seorang bangsawan akhirnya berkata dengan nada tidak senang, “ucapan Anda terlalu merendahkan.”Laticia menoleh kepadanya.“Merendahkan?”“Selir Pricilla tetaplah wanita yang berada di sisi Kaisar.”“Aku tidak menyangkal itu.”“Beliau juga sedang mengandung pewaris.”Laticia mengangguk pelan.“Dan aku juga tidak menyangkalnya.”“Lalu mengapa Anda menga

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 37

    Suasana di sekitar mereka langsung berubah canggung begitu nama Grand Duke Lereg disebutkan.Beberapa bangsawan yang berdiri tidak jauh dari sana saling melirik kecil sambil berpura-pura tetap melanjutkan percakapan masing-masing. Bahkan seorang viscount tua buru-buru meneguk wine-nya terlalu cepat

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 5

    Laticia menatap Carsein tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun. Wanita itu perlahan mendongakkan wajahnya, menahan tekanan dari tatapan dingin sang kaisar yang berdiri tepat di hadapannya.“Urusan wilayah utara sudah Anda serahkan pada saya,” ucapnya tenang. “Dan sekarang Anda berpikir saya diam

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 4

    Lereg menatap Laticia cukup lama. Tatapan birunya tajam dan berat, seolah sedang mencoba membaca isi pikiran wanita di hadapannya.“Apakah Anda secara tidak langsung sedang menyuruh saya memberontak?” Suara rendah itu memecah keheningan ruangan.Namun Laticia hanya tersenyum kecil. Ia duduk tenang d

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 3

    “Apa kau kerasukan setan?”Laticia tertegun sebelum perlahan menghela napas, ekspresinya tetap tenang.“Yang Mulia,” ucapnya pelan, “saya serius.”Tatapan Carsein langsung berubah tajam. Ia melepaskan tangannya dari bahu Pricilla lalu berjalan mendekati Laticia perlahan.Langkahnya berhenti tepat di

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status