"Jadi sekarang kamu mau mengancamku?" tanya Raka. Suaranya tetap tenang, sama sekali tidak terpengaruh oleh situasi.Zahira yang emosinya sudah tersulut langsung melotot tajam. "Kamu yang duluan ngancem aku, Raka!" serunya penuh amarah."Aku cuma mau kamu mengulur waktu. Ada banyak alasan, selain karena mamamu yang pergi, papaku juga belum sehat betul. Dan kamu malah ngancem aku? Oke... coba kalau kamu berani. Tunjukkan ke dunia, kalau aku dan Alya punya hubungan. Kita lihat, siapa yang akan dianggap salah. Kamu yang belum resmi jadi siapa-siapaku? Atau Alya yang sudah resmi jadi pacarku? Setelah itu, bukti foto-foto itu akan kurilis, dan lihat, namamu akan semakin terkenal nanti," ancam Raka tanpa ragu.Mendengar itu, Zahira terdiam. Raka sepenuhnya benar, dan ia sadar betul posisinya yang melemah. Hubungan mereka belum resmi, sementara Alya adalah pacar sah Raka selama ini.Kalau ia nekat menyerang sekarang, justru ia yang akan habis dihujat. Publik akan berbalik menyalahkannya kare
Read more