Malam itu, suasana ruang makan terasa begitu kontras dengan isi kepala Alya. Nana dan Rio makan dengan lahap, sesekali tertawa kecil menanggapi celoteh pengasuh mereka. Sementara itu, Alya hanya duduk diam, membiarkan teh panas di cangkirnya perlahan kehilangan uap hangatnya. Ia hanya menatap tanpa benar-benar melihat, pikirannya melayang jauh."Ibu," panggil Nana memecah lamunan Alya.Alya tersentak pelan, lalu menoleh dan memberikan senyuman terbaik yang bisa ia simpulkan. "Iya, Nana sayang. Ada apa?""Besok kan libur sekolah, boleh tidak aku pergi ke kolam renang? Aku sudah lama sekali tidak berenang," ucap Nana dengan tatapan penuh harap.Alya mengangguk pelan. "Tentu saja boleh. Nanti malam Ibu carikan kolam renang yang dekat dari sini. Tapi maaf ya, Ibu nggak bisa menemani kalian. Ibu harus bekerja, salon sedang ramai karena Tante Raya sedang ke luar kota.""Baik, Ibu. Terima kasih!" Nana berseru senang, lalu berbisik dengan antusias kepada adiknya, "Rio, besok kita berenang! Ho
Read more