"Ah... seger banget," ucap Raya sambil mendesah lega. Ia berbaring setengah bersandar di kursi khusus keramas, menikmati pijatan lembut Lina di kulit kepalanya. "Padahal kita kerja di salon, tapi giliran mau nyalon begini aja nunggu kepala cenat-cenut dulu."Alya terkekeh kecil dari kursi di sebelah. "Benar juga ya," jawabnya singkat.Suasana salon di luar area cuci rambut terdengar cukup ramai seperti biasa. Namun, baik Raya maupun Alya sama-sama sedang bergulat dengan penat di kepala masing-masing, memilih meluangkan waktu sejenak untuk memanjakan diri di tengah rumitnya masalah hidup.Raya tiba-tiba mengangkat sedikit kepalanya, lalu berseru pada para pegawainya, "Hari ini, aku sama Alya statusnya pelanggan VIP, ya! Aku mau keramas, rapiin rambut, lanjut masker badan, masker wajah, sampai pijat. Pokoknya paket lengkap!"Lina, yang sedang memijat kepala Raya, melirik ragu ke arah Alya. "Tapi, Mbak Raya biasanya kan paling suka kalau Mbak Alya yang pijit badan. Beneran nih, saya yang
Read more