Suasana makan malam di rumah utama meriah dengan adanya Lintang. Kak Ishaak dan Kak Gayatri datang terlambat karena kemacetan lalu lintas akibat hujan deras malam ini.Papan tempat skema yang dibuatnya dikeluarkan lagi dari ruang kerja Om Tara ke ruang tengah. Banyu yang mengawali pembicaraan serius. Dia maju ke dekat papan, seolah sedang berpresentasi. Tante Amara mencubitnya sambil menatap Banyu.“Lihat gayanya. Sudah seperti hendak presentasi proposal bisnis saja,” Tante Amara tertawa, matanya terlihat bangga menatap anak bungsunya. Dia tertawa sambil mengangguk.“Calon penerus Star PVC,” dia tersenyum lebar, “Ayo, Banyu…!”Semuanya tertawa.Banyu berdehem. Lalu mengucap salam. Dia mulai bercerita bagaimana dia mengorek keterangan dari Daniel, anak pemilik Delta Steel.“Banyu langsung ngomong ke dia, bisa gak masukin Banyu ke perusahaan besar yang bonafid dan kuat untuk tempat kerja praktek nanti. Anehnya, dia sama sekali tidak menyebutkan nama perusahaan bapaknya. Malah menyebut
อ่านเพิ่มเติม