Naura menatap Raka beberapa detik. Dadanya terasa semakin sesak, tapi kali ini bukan karena terkejut, melainkan karena sakit yang terlalu familiar.“Iya… harusnya aku sadar dari tadi,” gumam Naura pelan sambil tertawa kecil.Raka tidak menjawab. Namun tatapannya tetap dingin, seolah tidak ada celah untuk masa lalu yang pernah mereka punya.“Tenang aja. Aku nggak akan sentuh lagi,” ucap Naura yang kemudian berbalik.Langkah Naura cepat, hampir seperti ingin segera keluar dari ruangan itu. Namun sebelum benar-benar pergi, Naura berhenti sebentar di dekat pintu. Dan tanpa menoleh, ia berkata lirih, "aku juga nggak suka masa lalu yang tiba-tiba muncul lagi tanpa izin.” Setelah itu Naura keluar dan pintu tertutup.Dengan langkah berat, Naura kembali ke kamarnya. Begitu pintu tertutup, ia langsung bersandar di baliknya.“Bodoh…” bisiknya pada diri sendiri.“Ngapain juga aku buka itu…” ucap Naura sambil mengepalkan tangannya. Namun menyesal pun percuma.Naura berjalan pelan ke arah ranjang,
Last Updated : 2026-05-07 Read more