Tiba di Kantor RakaGedung itu tidak terlalu besar, tapi terlihat modern dengan kaca-kaca gelap yang membentang dari lantai satu hingga delapan. Raka memarkir mobil di basement, lalu berjalan di samping Naura menuju lift.Naura diam-diam memperhatikan sekeliling. Semua tampak rapi dan bersih. Lantai marmer mengkilap, dinding putih dengan lukisan abstrak, dan meja resepsionis di lantai dasar yang dijaga oleh seorang wanita muda dengan senyum ramah.“Selamat pagi, Pak Raka,” sapa resepsionis itu.“Pagi, Maya.” Raka mengangguk singkat. Lalu ia menoleh ke Naura. “Ini adik saya. Naura.”Naura tersenyum kaku. “Halo.”“Oh, selamat pagi, Mbak Naura.” Maya tersenyum ramah, tapi matanya sempat melirik sekilas, terlalu lama untuk sekadar lirikan biasa.Kenapa ya? pikir Naura. Tapi ia mengabaikannya.Lift membawa mereka ke lantai delapan. Begitu pintu lift terbuka, Naura disambut oleh ruang terbuka dengan beberapa meja kerja, komputer, dan karyawan yang mulai sibuk. Suasana kantor terasa santai t
Mehr lesen