/ Romansa / Om Ganteng, Nikah Yuk! / Rahasia yang Lain

공유

Rahasia yang Lain

작가: Anny Djumadi
last update 게시일: 2026-08-13 20:17:17

Setelah semua kue dibagikan, suasana kantor perlahan kembali normal. Namun bagi Alena, semuanya justru terasa semakin kacau. Beberapa orang mengucapkan selamat kepadanya. Ada yang menggoda. Bahkan ada yang terang-terangan bertanya sejak kapan dirinya dan Leon berhubungan.

Alena hanya bisa tersenyum malu. Untungnya, Bu Mira tidak terlalu lama berada di kantor. Setelah berpamitan, wanita itu meninggalkan beberapa kotak kue untuk dibagikan kepada para karyawan.

Begitu semuanya selesai, Alena langs
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (8)
goodnovel comment avatar
roha mimha
Mengapa mesti ada yang busuk hati dan dengki dalam setiap cerita.
goodnovel comment avatar
Arivancez Ziqline
om Leon terlalu cinta......
goodnovel comment avatar
Kusuma Astuti Tutik
kurang banyak kak updatenya ...
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   BUKAN SEKADAR PACAR CEO

    Setelah presentasi selesai, para peserta rapat mulai meninggalkan ruangan. Alena masih membereskan laptop dan dokumen di atas meja ketika Nadia memanggilnya."Alena."Alena menoleh."Iya, Bu?""Jangan pulang dulu."Alena mengangguk."Baik."Beberapa menit kemudian, ruang rapat sudah jauh lebih sepi. Nadia kembali duduk sambil membuka dokumen hasil presentasi tadi."Bagaimana menurutmu hasilnya?"Alena berpikir sebentar."Menurut saya cukup baik, Bu.""Cukup?"Alena tersenyum."Masih ada beberapa bagian yang bisa diperbaiki."Nadia mengangkat wajah."Bagian mana?"Alena langsung menunjuk beberapa halaman."Di bagian ini, saya rasa strategi yang kami ajukan masih terlalu bergantung pada kondisi pasar saat ini.""Kalau kondisi pasar berubah, hasilnya juga bisa ikut berubah."Nadia diam memperhatikan."Lalu solusinya?"Alena menjawab tanpa ragu."Kita harus menyiapkan alternatif.""Misalnya?"Alena menjelaskan beberapa kemungkinan yang sudah dipikirkannya. Nadia kemudian memberikan pertan

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Rahasia Masa Lalu

    Tiga hari berlalu dengan cepat. Alena hampir tidak memiliki waktu untuk bersantai. Setiap pagi ia datang lebih awal, memeriksa kembali data yang sudah dikumpulkannya, lalu menghabiskan sebagian besar waktu untuk menyusun proposal proyek tersebut.Bahkan ketika jam kerja hampir berakhir, ia masih sering terlihat di depan laptop.Maya yang awalnya hanya memperhatikan dari jauh mulai semakin sering melihatnya.Tidak ada perlakuan khusus.Tidak ada orang yang mengerjakan tugas Alena.Bahkan ketika menemukan data yang tidak sesuai, Alena sendiri yang mencari sumbernya dan memperbaikinya.Suatu sore, Maya tanpa sengaja melihat Alena masih berada di mejanya ketika sebagian besar karyawan sudah bersiap pulang."Kamu belum pulang?"Alena mengangkat wajah."Belum.""Masih banyak?""Sedikit lagi."Maya berdiri di dekat meja Alena."Besok presentasi, kan?"Alena mengangguk."Iya.""Kalau begitu jangan terlalu malam."Alena tersenyum."Aku tahu."Maya hendak pergi, tetapi langkahnya terhenti."Ale

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   BUKTIKAN KEMAMPUANMU

    Keesokan paginya, suasana kantor sudah jauh berbeda. Sejak hubungan Alena dan Leon diketahui, hampir tidak ada lagi bisikan sembunyi-sembunyi seperti sebelumnya. Sebagian besar karyawan justru mulai bersikap lebih terbuka. Ada yang mengucapkan selamat. Ada yang menggoda. Dan ada pula yang mulai memperlakukannya sedikit berbeda. Namun Alena justru ingin secepatnya kembali ke rutinitas. Ia tidak ingin statusnya sebagai calon istri Leon menjadi alasan orang-orang menilai pekerjaannya. Begitu sampai di mejanya, ia langsung membuka laptop. "Fokus." Ia menggumam pelan. "Kerja saja." Belum sempat membuka dokumen pertama, Nadia datang menghampirinya. "Alena." Alena langsung berdiri. "Iya, Bu?" "Ikut saya sebentar." Alena mengikuti Nadia menuju ruangannya. Begitu pintu tertutup, Nadia mengambil sebuah map tebal dari atas meja. "Saya punya proyek baru untukmu." Alena menerima map tersebut. "Proyek baru?" "Iya." Ia membuka halaman pertama. Matanya langsung membesar. "Ini..."

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Cuma Peluk, Katanya

    Leon akhirnya mengetik balasan."Iya."Beberapa detik kemudian, ia menambahkan,"Nanti kita bicara di rumah Lena saja."Pesan itu terkirim. Tidak lama kemudian, tanda pesan sudah dibaca muncul. Balasan Alena segera masuk."Jangan. Nanti Om capek."Leon tersenyum kecil. Jarinyapun kembali mengetik."Mana mungkin capek.""Kalau ketemu Lena, Om malah tambah semangat."Beberapa detik kemudian, balasan Alena muncul."Dasar gombal."Leon tertawa kecil. Seorang staf yang kebetulan lembur dan berada tidak jauh dari meja langsung menoleh."Pak?"Leon segera mengembalikan wajah seriusnya."Ada apa?""Tidak ada, Pak."Staf itu buru-buru kembali bekerja. Leon menatap layar ponselnya lagi. Senyumnya muncul kembali. Setidaknya Alena belum benar-benar marah.Atau... mungkin justru sedang menunggu dirinya datang untuk mengomel. Leon menghela napas."Ya sudah.""Hadapi saja.""Berani berbuat, berani menanggung."---Malam itu, Leon tiba di rumah Alena saat jam sudah menunjukkan hampir pukul delapan.

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Rahasia Sang CEO Terbongkar

    Siang itu, ketika Alena masih berada di kantor, Bu Mira datang berkunjung ke rumahnya. Bu Rina yang sedang berada di ruang tengah langsung tersenyum ketika membuka pintu."Eh, Bu Mira.""Hai, Bu Rina.""Silakan masuk."Bu Mira membawa sebuah tas besar di tangannya."Maaf mengganggu.""Ah, tidak.""Kebetulan Alena masih di kantor."Bu Mira mengangguk."Tidak apa-apa."Bu Mira tertawa kecil."Aku tiba-tiba ingin ngobrol saja dengan kamu."Mereka kemudian duduk di ruang tamu. Setelah berbasa-basi sebentar, Bu Rina tiba-tiba teringat sesuatu. Sebenarnya sejak beberapa hari lalu ada satu hal yang mengganjal pikirannya. Ia ingin bertanya kepada Bu Mira, tetapi selalu mengurungkan niat. Namun kali ini kesempatan datang begitu saja."Bu Mira...""Hm?""Bu boleh tanya sesuatu?""Tentu."Bu Rina terlihat sedikit ragu."Dulu...""sebelum Leon menikah dengan Cyntia...""Leon pernah punya pacar?"Bu Mira langsung tertawa."Kenapa tiba-tiba bertanya itu?"Bu Rina ikut tersenyum."Entahlah.""Aku c

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Cemburu Diam-diam

    Malam itu, Leon akhirnya tiba di rumah. Begitu memasuki ruang tengah, ia melihat Bu Mira sudah menunggunya di sofa sambil menikmati secangkir teh. Bu Mira mengangkat wajah dan melirik jam di dinding."Hmm... cepat juga pulangnya.""Iya, Bu."Leon meletakkan kunci mobil di atas meja."Alena tadi kelihatannya agak lelah. Jadi aku langsung mengantarnya pulang.""Biar dia cepat istirahat."Bu Mira mengangguk pelan. Namun beberapa detik kemudian, tatapannya berubah penuh selidik."Leon.""Hm?""Sejak kapan kau mengundang Ibu datang ke perusahaanmu?"Leon yang baru hendak duduk langsung berhenti."Kenapa?""Jangan pura-pura tidak tahu."Bu Mira menyipitkan mata."Ibu datang membawa kue sebanyak itu.""Lalu memanggil Alena calon menantu di depan semua karyawanmu."Leon terdiam. Sementara Bu Mira menyandarkan tubuhnya ke sofa."Padahal setahuku kalian sepakat merahasiakan hubungan kalian di perusahaan."Leon menghela napas."Iya.""Nah."Bu Mira menunjuk putranya."Berarti memang ada sesuatu.

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Bertemu Kembali

    Lima tahun kemudian, Alena berdiri di depan cermin kamar sambil menatap pantulan dirinya dalam diam yang cukup lama. Wanita di depannya bukan lagi gadis kecil yang pernah nekat mengajak pria asing menikah demi dua mangkuk bakso dan segelas es teh. Wajahnya kini lebih dewasa, dengan garis rahang yang

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Om Ganteng Mau Nikah

    Sudah seminggu. Dan Leon tidak muncul lagi. Awalnya Alena masih berpikir pria itu hanya sibuk bekerja seperti biasa, mungkin lembur, mungkin ada meeting penting, karena bukankah orang kaya memang selalu sibuk. Namun setelah beberapa hari berlalu dan mobil hitam Leon tak pernah lagi terlihat masuk k

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Gadis Aneh

    Sejak hari itu, Alena punya kebiasaan baru: mengintip rumah Leon. Setiap sore sepulang sekolah, gadis itu akan duduk di teras rumah neneknya sambil pura-pura mengerjakan PR. Buku tulis terbuka di pangkuannya, pena sesekali bergerak, tetapi matanya lebih sering melirik rumah besar di sebelah komplek

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Demi Bakso, Ajak Nikah

    “Berani nggak?” Alena yang sedang meniup es teh plastiknya langsung menoleh bingung ke arah teman-temannya. “Berani apa?” Tiga anak perempuan di sampingnya langsung cekikikan sambil menunjuk ke arah seberang jalan. Di depan minimarket, sebuah mobil hitam mewah baru saja berhenti. Seorang pria

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status